Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Raffi Ahmad Mendadak Posting Foto Mengerikan, Kuku Sultan Andara Patah!
Advertisement . Scroll to see content

Cebok Tidak Bersih Picu Jamur Candida Overgrowth di Selangkangan, Ini Tandanya

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:50:00 WIB
Cebok Tidak Bersih Picu Jamur Candida Overgrowth di Selangkangan, Ini Tandanya
Kebiasaan meninggalkan area selangkangan dalam kondisi lembap dapat memicu pertumbuhan jamur yang menyebabkan rasa gatal hingga bau tidak sedap. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Cebok tidak bersih ternyata bukan sekadar persoalan kebersihan setelah buang air besar. Kebiasaan meninggalkan area selangkangan dalam kondisi lembap dapat memicu pertumbuhan jamur yang menyebabkan rasa gatal hingga bau tidak sedap.

Peringatan tersebut disampaikan influencer kesehatan dr Cecep Hermawan melalui akun Instagram pribadinya. Dia menjelaskan, banyak orang terburu-buru saat buang air besar sehingga tidak memastikan area sekitar anus dan selangkangan benar-benar bersih serta kering.

Menurut dr Cecep, sisa air yang tidak dikeringkan setelah cebok dapat membuat area lipatan tubuh terus-menerus lembap. Kondisi tersebut berpotensi merusak lapisan pelindung kulit dan memicu pertumbuhan jamur Candida Overgrowth.

“Sisa air yang gak dikeringin dulu bikin area selangkangan terus-terusan lembab. Akibatnya tameng pelindung kulit jadi jebol dan memicu pertumbuhan jamur yang namanbya Candida Overgrowth,” tulis dr Cecep dikutip Jumat (19/6/2026).

Jamur Candida Overgrowth umumnya ditandai dengan rasa gatal yang mengganggu, munculnya bau tidak sedap, hingga kemerahan pada area selangkangan. Jika dibiarkan, keluhan tersebut dapat semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Untuk mencegah kondisi itu, dr Cecep membagikan beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan. Cara pertama adalah membiasakan mengeringkan area selangkangan setelah cebok menggunakan tisu atau handuk bersih.

Dia mengingatkan agar proses mengeringkan dilakukan secara perlahan dengan cara ditepuk-tepuk, bukan digosok keras. Langkah ini penting untuk menghindari lecet atau iritasi pada kulit yang sensitif.

“Habis cebok, biasain lap sisa air pakai tisu. Cukup ditepuk-tepuk pelan ya, jangan digosok kencang biar kulitnya gak luka atau lecet,” kata dr Cecep.

Selain itu, penggunaan pakaian dalam berbahan katun 100 persen juga dianjurkan. Bahan katun dinilai mampu menyerap keringat lebih baik sehingga membantu menjaga area selangkangan tetap kering.

Tak hanya pakaian dalam, pemilihan celana luar juga perlu diperhatikan. Celana yang terlalu ketat dapat menghambat sirkulasi udara dan membuat area lipatan tubuh menjadi lebih lembap.

“Pakai celana dalam katun 100 persen. Bahan ini nyerap keringat dan ngasih ruang udara, jadi area lipatan gak gampang pengap seharian. Kurangin pakai celana luar yang terlalu ketat. Area situ butuh sirkulasi udara biar terhindar dari kelembapan ekstra,” ujar dr. Cecep.

Langkah berikutnya adalah rutin mengganti pakaian dalam setelah berolahraga atau ketika tubuh mengeluarkan banyak keringat. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mencegah penumpukan kelembapan yang menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur.

Meski demikian, dr. Cecep mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala yang muncul. Jika rasa gatal tidak kunjung membaik, kulit semakin merah, atau area kemerahan meluas, pemeriksaan ke dokter perlu segera dilakukan.

“Habis olahraga atau pas lagi keringetan banget, mending langsung ganti pakaian dalam biar sisa airnya gak numpuk. Kapan harus periksa? Kalau gatal gak membaik, kulit makin merah, atau area kemerahannya meluas,” kata dr Cecep.

Kebiasaan menjaga area selangkangan tetap bersih dan kering menjadi salah satu cara sederhana untuk mencegah jamur Candida Overgrowth. Karena itu, jangan terburu-buru saat cebok dan pastikan area tersebut benar-benar kering sebelum mengenakan pakaian kembali.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut