Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada! Muka Pucat Jadi Gejala Awal Gagal Ginjal
Advertisement . Scroll to see content

Bunda, Mendongeng Bisa Dimulai sejak Anak Masih di Kandungan

Kamis, 13 Desember 2018 - 12:57:00 WIB
Bunda, Mendongeng Bisa Dimulai sejak Anak Masih di Kandungan
Ibu hamil. (Foto: Medical Xpress)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Mendongeng adalah aktivitas mengasyikkan untuk menghibur anak. Namun, tak usah menunggu lama untuk menceritakan kisah-kisah menarik pada anak. Mendongeng dapat dilakukan sejak buah hati masih menjadi janin di dalam kandungan.

"Mulailah dari 0 bulan, bahkan sejak trimester terakhir kehamilan di mana organ pendengaran janin sudah terbentuk sempurna," kata penerjemah buku Read Aloud Rossie Setiawan di gelar wicara "Mempererat Ikatan Ibu dan Anak dengan Metode Read Aloud", Jakarta, Rabu 12 Desember 2018.

Pada trimester akhir kehamilan, janin sudah bisa mendengarkan suara ibu. Pada saat ini, ibu sudah mulai bisa membiasakan diri membaca buku cerita secara nyaring pada janin.

Beda usia, beda kebutuhan. Rossie menjelaskan tipe-tipe buku yang tepat untuk anak sesuai dengan usia masing-masing.

Pada tahap pertama usia 0-3 tahun, anak-anak berada pada tahap pramembaca. Mereka seolah-olah sedang membaca, tapi yang "dibaca" sebetulnya gambar-gambar. Buku yang tepat untuk anak usia ini adalah buku yang didominasi gambar.

Orangtua bisa memilih dari ragam varian buku yang ramah untuk bayi. Misalnya, buku yang bahannya dari kain atau buku bantal hingga buku yang terbuat dari plastik dan bisa dibacakan, meski anak sedang mandi.

Ketika anak sudah mencapai usia 3-6 tahun, kenalkan dengan buku gambar sederhana. Buku masih didominasi gambar, tapi dihiasi dengan sedikit kata-kata, biasanya satu kalimat. Pada tahap ini, anak baru mulai membaca. Carilah buku dengan gambar yang mudah dipahami, meski anak belum bisa mengerti apa kata-kata yang tertera.

Pada anak usia 6-9 tahun yang sudah belajar membaca, berikan buku berisi kalimat-kalimat yang lebih panjang.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut