Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Hipertensi Melonjak usai Iduladha, Menkes Beberkan Penyebabnya!
Advertisement . Scroll to see content

Benarkah Bakso hingga Siomay Bisa Meningkatkan Hipertensi? Ini Faktanya!

Senin, 22 Juni 2026 - 04:04:00 WIB
Benarkah Bakso hingga Siomay Bisa Meningkatkan Hipertensi? Ini Faktanya!
Ilustrasi makan bakso. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Menurutnya, konsumsi berlebihan makanan tersebut setiap hari dapat meningkatkan risiko hipertensi. Misalnya, satu porsi siomay disebut dapat mengandung natrium hingga sekitar 1.600 miligram, soto betawi sekitar 1.000 miligram, dan bakso sekitar 700–1.000 miligram, tergantung racikan bumbu.

“Kalau makan siomay satu piring setiap hari, kemungkinan besar bisa terkena hipertensi. Penyebabnya bukan siomaynya, tapi bumbu kacangnya yang tinggi natrium,” jelas dia.

Budi juga mengingatkan bahwa batas konsumsi natrium harian yang dianjurkan hanya sekitar 2.000 miligram. Artinya, satu porsi makanan tinggi natrium saja sudah hampir memenuhi separuh kebutuhan harian tersebut.

Ia menekankan pentingnya masyarakat lebih bijak dalam memilih makanan, termasuk membatasi penggunaan bumbu tinggi garam. Menurutnya, fokus utama saat mengonsumsi makanan seperti bakso atau siomay sebaiknya adalah asupan protein, bukan berlebihan pada kuah atau bumbu.

“Kalau mau makan siomay, ambil proteinnya saja, bumbunya jangan kebanyakan supaya kita dapat protein tapi tidak berlebihan garam,” tambahnya.

Selain itu, Menkes Budi juga menyinggung pentingnya pemahaman label nutrisi atau “nutri level” yang mencakup gula, lemak, dan garam dalam makanan. Dalam penilaiannya, bakso dan soto betawi mendapat kategori C, sementara siomay masuk kategori D karena kandungan natriumnya yang relatif lebih tinggi.

Dengan penjelasan ini, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap asupan natrium harian agar risiko hipertensi dapat ditekan sejak dini, tanpa harus sepenuhnya meninggalkan makanan favorit mereka.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut