Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Longsor Terjang Leksono Wonosobo, 1 Orang Tewas Tertimbun
Advertisement . Scroll to see content

Belajar dari Shella, Ini Gejala dan Penyebab Kanker Ovarium yang Harus Diwaspadai

Jumat, 30 Agustus 2024 - 09:25:00 WIB
Belajar dari Shella, Ini Gejala dan Penyebab Kanker Ovarium yang Harus Diwaspadai
Ini gejala-gejala kanker ovarium yang harus diwaspadai. (Foto: Ovarian)
Advertisement . Scroll to see content

Lantas, apa saja gejala utama kanker ovarium? Menurut laporan NHS, berikut gejala utama kanker ovarium:

Gejala kanker ovarium

  1. Perut bengkak atau sering merasa kembung
  2. Nyeri di area perut atau nyeri saat perut ditekan
  3. Tidak nafsu makan atau cepat merasa kenyang setelah makan
  4. Buang air kecil lebih sering 

Gejala kanker ovarium lainnya, meliputi:

  1. Gangguan pencernaan
  2. Sembelit atau diare
  3. Sakit punggung
  4. Merasa lelah sepanjang waktu
  5. Menurunya berat badan tanpa sebab
  6. Pendarahan di Miss V setelah menopause

Sangat disarankan untuk periksa ke dokter jika Anda memiliki gejala di atas. Pemeriksaan sedini mungkin jauh lebih baik dibandingkan terlambat mengetahui. 

Data NHS mengungkapkan, pada kasus kanker ovarium, penderita umumnya terlambat didiagnosis. Karena itu, segera periksa ke dokter jika mengalami gejala kanker ovarium di atas. 

Sementara itu, apa penyebab utama kanker ovarium? 

Penyebab kanker ovarium

Seorang perempuan memiliki risiko tinggi terkena kanker ovarium karena faktor usia. Sebab, lebih dari separuh kasus kanker ovarium di Inggris terjadi pada wanita berusia 65 tahun ke atas. 

Meski begitu, pada dasarnya setiap orang yang memiliki ovarium punya kemungkinan kena kanker ovarium. Itu kenapa, Shella di usianya yang masih muda sudah kena kanker ovarium. 

Faktor risiko seseorang bisa kena kanker ovarium lainnya, antara lain:

  1. Mewarisi gen yang cacat, seperti gen BRCA atau gen yang terkait dengan sindrom Lynch
  2. Menderita kanker payudara atau kanker usus
  3. Menjalani perawatan radioterapi untuk kanker sebelumnya
  4. Menderita endometriosis atau diabetes
  5. Menstruasi dimulai pada usia terlalu muda atau mengalami menopause di usia lanjut (di atas 55 tahun)
  6. Perempuan yang belum memiliki anak
  7. Tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi hormonal seperti pil atau implan
  8. Sedang menjalani terapi pengganti hormon (HRT)
  9. Kelebihan berat badan (obesitas)
  10. Merokok

Menjadi catatan penting, kanker ovarium masih mungkin terjadi sekali pun ovarium telah diangkat. Ini karena kanker ovarium juga dapat muncul di tuba falopi, atau di lapisan dalam perut (peritoneum). 

Bagaimana menurunkan faktor risiko terkena kanker ovarium?

NHS menjelaskan, Anda tidak selalu bisa mencegah kanker ovarium, tetapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan faktor risik, seperti berhenti merokok, pastikan berat badan tidak berlebih, dan bicara dengan dokter tentang kemungkinan tes atau penggunaan komtrasepsi hormonal jika Anda punya riwayat keluarga. 

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut