Beda Hantavirus Israel dengan Outbreak di Kapal Pesiar MV Hondius, Ini Bahayanya!
WHO menegaskan Andes virus adalah satu-satunya spesies yang diketahui mampu melakukan penularan terbatas antarmanusia.
Gejala awalnya mirip flu biasa, seperti demam, sakit kepala, pusing, menggigil, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Namun kondisi dapat memburuk sangat cepat menjadi pneumonia berat, sesak napas akut, tekanan darah turun drastis, hingga syok.
Dalam kasus di MV Hondius, WHO mencatat pasien mengalami demam, gejala gastrointestinal, lalu berkembang cepat menjadi pneumonia, acute respiratory distress syndrome (ARDS), dan syok. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat wabah tersebut.
Secara umum, strain Andes jauh lebih berbahaya dibanding strain Eropa.
Selain karena dapat menular antarmanusia, tingkat fatalitasnya juga jauh lebih tinggi. WHO menyebut Hantavirus di kawasan Amerika dapat memiliki angka kematian hingga 50 persen, sedangkan di Eropa dan Asia jauh lebih rendah, yakni kurang dari 1–15 persen.
Saat ini, wabah di MV Hondius telah mencatat delapan kasus dengan lima di antaranya terkonfirmasi positif hantavirus dan tiga kematian. WHO menilai risiko global masih rendah dan menegaskan situasi ini bukan awal pandemi baru seperti Covid-19.
Sementara itu, pasien di Israel yang terinfeksi strain Eropa dilaporkan dalam kondisi stabil, tidak memerlukan perawatan intensif, dan masih dalam observasi medis. Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak semua Hantavirus memiliki tingkat ancaman yang sama, dan jenis strain menjadi faktor penentu utama tingkat bahayanya.
Editor: Muhammad Sukardi