Banyak 'Dipakai' Para Selebriti, Ini Efek Sabu bagi Tubuh
JAKARTA, iNews.id - Penangkapan sejumlah selebriti terkait penggunaan narkotika jenis sabu, semakin marak tahun ini. Artis yang baru saja ditangkap karena kepemilikan sabu adalah presenter Reza Bukan.
Partner kerja Farid Aja itu ditangkap Tim Kepolisian Polres Jakarta Barat di kediamannya di Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu 30 Juni 2018. Selain Reza Bukan, selebriti yang turut ditangkap lantaran sabu di antaranya Jennifer Dunn, Fachri Albar, Roro Fitria, hingga Dhawiya Zaida.
Menurut situs medis WebMD yang dilansir iNews.id, Selasa (3/7/2018), mengonsumsi sabu dapat menyebabkan 'pemakainya' merasa senang, percaya diri, dan energik. Di mana ketiga perasaan itu dibutuhkan di industri hiburan.
Dampak
Tetapi di samping efek sementara tersebut, ada efek-efek permanen yang membahayakan nyawa pemakainya. Di antaranya peningkatan suhu tubuh secara signifikan yang dapat menyebabkan pingsan hingga meninggal. Selain itu, para pemakai sabu biasanya sering merasa cemas, bingung, tak bisa tidur atau insomnia, perubahan suasana hati, dan menjadi orang yang kasar.
Penampilan fisiknya juga cenderung berubah. Seperti kulit kusam, tampak cepat tua, punya luka atau jerawat yang sulit sembuh, mulut kering, gigi bernoda, patah hingga membusuk. Di sisi psikologis, mereka yang memakai sabu juga mengalami paranoid, halusinasi, dan lebih senang mengambil risiko tinggi.
Tanda-Tanda Pemakai Sabu
Bagaimana tanda-tanda seseorang adalah seorang pemakai sabu? Situs tersebut mencatat, jika para pemakai sabu cenderung cuek atau tidak peduli tentang penampilan atau perawatan pribadi. Pengguna sabu juga kehilangan nafsu makan, sehingga menyebabkan penurunan berat badan.
Selain itu, ada gangguan-gangguan lain yang mudah dikenali seperti pola tidur yang berubah. Misalnya, begadang selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, gerak-gerik aneh seperti perilaku berapi-api, berlebihan, dan banyak bicara.
Mereka juga cenderung memiliki ledakan emosi yang tak stabil, seperti sering marah dan perubahan suasana hati yang cepat.
Editor: Tuty Ocktaviany