Bahaya Memaksakan Anak Berpuasa, Ahli Gizi Ingatkan Risiko Hipoglikemia
Apabila gejala dehidrasi muncul sebelum waktu berbuka puasa, orang tua disarankan segera menghentikan puasa anak. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah risiko komplikasi kesehatan yang lebih serius.
Meski demikian, Ihda menilai puasa tidak otomatis mengganggu tumbuh kembang anak. Hal itu dapat dihindari selama kebutuhan energi, protein, mikronutrien, serta cairan tetap terpenuhi saat sahur dan berbuka.
Dia menekankan pentingnya memastikan anak mendapatkan makanan bergizi seimbang. Menu sahur dan berbuka sebaiknya mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serta cukup cairan untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil.
Namun, jika anak mengalami defisit energi secara berulang, maka dampaknya dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang. Kondisi ini termasuk asupan protein yang rendah atau kekurangan zat besi serta mikronutrien penting lainnya.
Kekurangan nutrisi tersebut berpotensi menghambat pertumbuhan linear anak. Selain itu, massa otot dapat berkurang dan fungsi kognitif juga bisa terdampak.
Karena itu, Ihda menyarankan orang tua menerapkan pendekatan bertahap ketika mengenalkan puasa kepada anak. Metode ini dinilai lebih aman dibanding memaksakan anak berpuasa penuh sejak awal.
Pendekatan bertahap dapat dilakukan dengan melatih anak berpuasa setengah hari terlebih dahulu. Setelah anak terbiasa, durasi puasa dapat ditingkatkan secara perlahan.