Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wanita yang Kurang Tidur Susah Turunkan Berat Badan, Kok Bisa?
Advertisement . Scroll to see content

Bahaya Kurang Tidur: Diam-Diam Hancurkan Otak, Diabetes hingga Gangguan Jantung

Senin, 20 April 2026 - 09:49:00 WIB
Bahaya Kurang Tidur: Diam-Diam Hancurkan Otak, Diabetes hingga Gangguan Jantung
Jangan anggap sepele, tidur cukup dan teratur membuat tubuh memiliki kesempatan melakukan pemulihan secara maksimal. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tidur menjadi kebutuhan dasar setiap orang untuk memulihkan kondisi tubuh setelah beraktivitas seharian. Istirahat yang cukup membantu mengembalikan energi, baik secara fisik maupun mental, agar tubuh kembali bugar saat menjalani aktivitas berikutnya.

Waktu tidur yang tidak ideal justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Kurang tidur diketahui memengaruhi kondisi psikologis seseorang saat beraktivitas keesokan harinya, mulai dari sulit fokus hingga menurunnya produktivitas.

Berdasarkan jurnal yang diterbitkan Frontiers berjudul “The Effects of Sleep Deprivation on Cognitive Flexibility: A Scoping Review of Outcomes and Biological Mechanisms”, kurang tidur dapat menurunkan akurasi otak dalam berpikir. Kondisi ini membuat kemampuan kognitif seseorang tidak bekerja secara optimal.

Secara biologis, kurang tidur juga berdampak pada menurunnya pasokan oksigen ke otak. Aliran darah menjadi tidak lancar, disertai perubahan hormon dan gen dalam tubuh yang bisa mengganggu sistem kerja organ.

Sementara itu, laporan dari Harvard Health Publishing menyebut kurang tidur dapat membuat tubuh terasa lemas. Bahkan, kondisi ini berpotensi merusak berbagai sistem dalam tubuh dan meningkatkan risiko terserang penyakit.

Salah satu penyakit yang kerap dikaitkan dengan kurang tidur adalah diabetes tipe 2. Risiko ini meningkat pada individu yang hanya tidur sekitar lima hingga enam jam per hari, dibandingkan dengan mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam.

Tak hanya itu, kurang tidur juga berpotensi menyebabkan tekanan darah tinggi. Kondisi ini banyak terjadi pada orang dewasa yang hanya tidur empat jam atau bahkan kurang setiap harinya.

Ancaman lain yang mengintai akibat kurang tidur adalah penyakit jantung, kolesterol tinggi, serta peningkatan kadar trigliserida. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan meningkatnya hormon stres dan zat pemicu peradangan dalam darah.

Peningkatan zat tersebut menjadi salah satu faktor utama munculnya penyakit kardiovaskular. Sebab itu, menjaga kualitas dan durasi tidur menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Tidur cukup dan teratur, tubuh memiliki kesempatan untuk melakukan pemulihan secara maksimal. Kebiasaan sederhana ini bisa menjadi kunci untuk mencegah berbagai penyakit serius di masa depan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut