Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BNN Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Jakut, Tangkap 4 Orang
Advertisement . Scroll to see content

Apakah Vape Lebih Berbahaya dari Rokok? Begini Penjelasannya! 

Jumat, 29 Desember 2023 - 17:47:00 WIB
Apakah Vape Lebih Berbahaya dari Rokok? Begini Penjelasannya! 
Apakah Vape Lebih Berbahaya dari Rokok? (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Namun terdapat beberapa perbedaan dalam tingkat keparahan risiko ini. Berikut ini perbandingan beberapa risiko kesehatan terbesar di antara keduanya:

1. Kondisi pernapasan

Merokok dan vaping mengiritasi saluran udara dan paru-paru, yang dapat menyebabkan beberapa kondisi kesehatan, seperti asma, bronkitis kronis, dan empisema. Sebuah penelitian pada tahun 2020 menunjukkan bahwa pengguna vape saat ini memiliki peluang 40% lebih besar terkena penyakit pernapasan dibandingkan mereka yang tidak menggunakan rokok elektrik atau merokok.

Produk vape tertentu juga diketahui mengandung diacetyl atau bahan kimia yang digunakan untuk menambahkan rasa mentega pada cairan vape.  Diacetyl terkait sendiri dapat menyebabkan paru-paru popcorn atau suatu kondisi yang menyebabkan jaringan parut permanen pada saluran pernapasan.

2. Penyakit jantung

Merokok ada hubungannya dengan tekanan darah tinggi, detak jantung, dan memburuknya fungsi kardiovaskular secara umum.  Faktor-faktor ini, dan ribuan bahan kimia berbahaya dalam rokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.  

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2020 mencatat bahwa 20% kematian terkait penyakit jantung terkait dengan merokok. Sementara itu, dampak vaping terhadap kesehatan jantung masih belum jelas, namun penelitian mengaitkannya dengan peningkatan serupa pada tekanan darah dan detak jantung.

Sebuah studi pada tahun 2022 membandingkan hasil tes stres olahraga pada orang yang melakukan vape, merokok, dan mereka yang tidak melakukan vape atau merokok.  Orang-orang dalam kelompok vaping secara konsisten memiliki kinerja yang lebih buruk dibandingkan kelompok kontrol.

3. Kanker

CDC mencatat bahwa orang yang merokok memiliki kemungkinan 30 kali lebih besar terkena dan meninggal akibat kanker paru-paru dibandingkan mereka yang tidak merokok.  Penelitian juga mengaitkan merokok dengan peningkatan risiko kanker usus besar, tenggorokan, payudara, dan kanker lainnya.

Vape memang belum cukup lama beredar sehingga para ahli dapat memahami sepenuhnya hubungan antara penggunaannya dan risiko kanker. Namun, banyak produk vape yang mengandung karsinogen yang sama dengan rokok, termasuk formaldehida, asetaldehida, dan nitrosamin.

Dampak Negatif Vape bagi Kesehatan

Vape mengandung nikotin, yang diketahui memiliki dampak buruk bagi kesehatan, seperti beracun bagi perkembangan janin, sangat membuat ketagihan, hingga bisa membahayakan perkembangan otak remaja dan dewasa muda, yang berlanjut hingga awal hingga pertengahan usia 20-an.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut