Apakah Serangan Cacar Monyet Akan Jadi Pandemi?
Cacar monyet juga telah menyebar ke Benua Eropa. Salah satunya Inggris yang cukup unik penderitanya. Gejala cacar monyet terbaru dilaporkan di Inggris, pasiennya mengalami pembengkakan Mr P dan nyeri dubur.
Penelitian dilakukan oleh Guys and St Thomas's NHS Foundation Trust di London, mengamati 197 pasien yang dites positif cacar monyet sejak Mei hingga Juni 2022. Semuanya adalah laki-laki dengan 196 di antaranya pria gay, biseksual, atau laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki. Ini mencerminkan situasi secara global bahwa wabah ini memang mempengaruhi kelompok LGBT, sekali pun virus cacar monyet bisa menginfeksi semua orang.
Di Asia, sedikitnya sembilan negara yang sudah mengonfirmasi ada kasus cacar monyet. Yaitu, Singapura, Thailand, Filipina, Korea Selatan, India, Turki, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Singapura, misalnya, negara tetangga terdekat dengan Indonesia sudah mengonfirmasi temuan 11 kasus.Potensi virus tersebut sangat dimungkinkan menyebar ke Indonesia.
Adapun pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan RI menegaskan sampai saat ini, belum ditemukan kasus cacat monyet. Beberapa hari lalu sempat ada laporan gejala cacar monyet ditemukan diidap seseorang di Jawa Tengah. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium hasilnya negatif.
Seperti keganasan cacar monyet? Dalam situs Kemkes.go.id, disebutkan cacar monyet disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis. Virus Ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958, sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo.