Apa Itu Oxycodone, Narkotika yang Ditemukan dalam Bantuan AS untuk Gaza?
"Obat ini termasuk dalam kelompok obat yang disebut analgesik opioid (obat pereda nyeri). Oxycodone bekerja pada sistem saraf pusat untuk meredakan nyeri," ungkap laporan kesehatan itu, dikutip Senin (30/6/2025).
Obat Oxycodone tidak direkomendasikan untuk penggunaan waktu singkat, misalnya pemulihan pascaoperasi. Tidak direkomendasikan juga untuk meredakan nyeri ringan atau mengatasi nyeri yang munculnya sesekali.
"Jika digunakan tidak semestinya, obat ini bersifat adiktif atau membuat penggunanya ketergantungan mental maupun fisik," lanjut Mayo Clinic.
Selain menyebabkan ketergantungan, Oxycodone juga dapat menyebabkan reaksi alergi serius yang disebut anafilaksis yang dapat mengancam nyawa. Beberapa gejala yang bisa muncul pasca mengonsumsi obat ini secara tidak tepat adalah ruam, gatal, suara serak, kesulitan bernapas atau menelan, dan mengalami pembengkakan pada tangan, wajah, atau mulut.
Bahkan, pada beberapa kasus penggunaan obat Oxycodone dapat memicu halusinasi, kejang otot, hingga perasaan cemas dan gelisah. "Ini merupakan gejala dari kondisi serius yang disebut sindrom serotonin," ungkap Mayo Clinic.