Apa Itu Infeksi Askariasis, Penyakit Bocah Sukabumi yang Tubuhnya Dipenuhi Cacing?
Sebagian besar infeksi askariasis ringan atau ringan tanpa gejala apa pun. Tapi, jika banyak cacing atau jumlah infeksi besar, gejala yang muncul:
Fase paru (migrasi larva):
- Batuk
- Mengi
- Sesak napas
- Demam
- Batuk berdarah (hemoptisis)
- Dapat terjadi sindrom Loeffler (pneumonia eosinofilik)
Fase gastrointestinal (cacing dewasa):
- Nyeri perut
- Mual
- Muntah
- Diare atau konstipasi
- Kehilangan nafsu makan
- Penurunan berat badan
- Kelelahan
- Terkadang cacing terlihat di feses atau muntahan
Komplikasi
- Obstruksi usus: banyak cacing dapat menyumbat usus, bahkan menyebabkan perforasi
- Jika cacing masuk ke saluran hepatobilier atau pankreas, dapat memicu radang gallbladder, pankreas, atau saluran empedu (cholangitis, pancreatitis)
- Malnutrisi dan gangguan tumbuh terutama pada anak-anak
- Kasus fatal langka, seperti torsio usus akibat beban cacing sangat berat
Jadi, itu dia informasi mengenai infeksi askariasis atau infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang seperti dialami Raya, bocah empat tahun asal Sukabumi.
Editor: Muhammad Sukardi