Anak Punya Kebiasaan Menguping? Ortu Bisa Lakukan Ini
"Mereka ingin belajar tentang dunia dan mencari tahu bagaimana orang dewasa berpikir dan merasakan. Mereka ingin mencari cara sendiri untuk bertransisi menjadi orang dewasa," kata Rodman.
Orangtua perlu mengarahkan anak agar kebiasaan menguping ini tidak terbawa hingga mereka dewasa. Beberapa percakapan orang dewasa juga tidak selalu baik jika didengar oleh anak-anak. Percakapan yang tidak dapat diterima sesuai usia dapat menimbulkan perasaan rasa cemas pada anak-anak.
Bagaimana Cara Menghentikan Kebiasaan Menguping Anak?
Menurut Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, ada beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua untuk menghilangkan kebiasaan menguping pada anak. Berikut beberapa hal yang dapat Anda terapkan.
1. Cari Tahu Penyebab Anak Menguping
Menurut psikolog Gracia, daripada memarahi anak saat ketahuan menguping, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu penyebab anak melakukan kebiasaan tersebut. “Coba pahami apa yang membuat anak suka menguping pembicaraan orang lain. Ajak anak berdiskusi terbuka dulu untuk paham apa yang mendorongnya menguping,” kata Gracia. Tanyakan kepada anak dengan pertanyaan seperti, “Apa manfaatnya menurut kamu setelah mendengar percakapan orang lain?” psikolog Gracia memberikan contoh. Kemudian ibu juga perlu memperhatikan, apa hal yang membuat anak mengulang hal yang sama untuk menguping.
2. Komunikasikan Kepada Anak Tentang Kebiasaan Menguping
Setelah memahami alasan yang melatarbelakangi sikap anak menguping, orangtua bisa mengoreksi perilaku tersebut. Untuk anak usia praremaja atau sudah bisa diajak berdiskusi, ajak mereka bicara tentang batasan dan menghargai privasi orang lain. Apabila anak masih berusia 5-12 tahun, jelaskan batasan-batasan privasi orang lain yang tidak boleh dilanggar. Misalnya, Anda bisa menjelaskan seperti. “Jika ibu dan ayah sedang berbicara berdua, adik sebaiknya tidak mendengarkannya.”