Alasan Tidak Boleh Pegang Bayi saat Lebaran, Dokter Ingatkan Bahaya Ini!
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak memegang bayi saat bersilaturahmi di momen Lebaran nanti. Ini dimaksudkan untuk mencegah penularan campak yang saat ini sedang merebak di Indonesia.
Menjadi pertanyaan sekarang, memangnya hanya memegang bayi saja bisa menularkan penyakit campak? Atau ada risiko bahaya lain jika tangan tidak bersih dan memegang bayi saat Lebaran nanti?
Disampaikan Ahli Kesehatan Lingkungan Griffith University Australia dr Dicky Budiman, imbauan untuk tidak memegang bayi saat Lebaran adalah bentuk manajemen risiko untuk mencegah penularan penyakit infeksi, terutama penyakit yang mudah menular, yang saat ini mewabah adalah campak maupun infeksi saluran napas lainnya.
Nah, ketika Lebaran biasanya mobilitas dan kerumunan masyarakat tinggi, dan di momen ini banyak sentuhan fisik seperti bersalaman. Situasi ini yang menurut dr Dicky dapat meningkatkan probabilitas penularan virus dari satu orang ke orang lain.
Cegah Campak, Jangan Pegang Bayi saat Lebaran Ya!
"Pada kasus campak, pasien yang belum menunjukkan gejala sekali pun, dia bisa menularkan virus sekitar 4 hari sebelum gejala muncul, sehingga sering tidak disadari penularannya," kata dr Dicky Budiman pada iNews.id, Senin (16/3/2026).
Secara teori, campak itu sangat mudah menular. Satu pasien campak bisa menularkan virus ke 18 orang di sekitarnya. Penularan virusnya melalui mekanisme droplet yang masuk ke sistem pernapasan.
Kemenkes Imbau Tak Pegang Bayi saat Silaturahmi Lebaran demi Cegah Campak!