87% Dana BPJS Kesehatan Habis untuk Penyakit Kronis, Cek Kesehatan Gratis Jadi Rem!
Namun tantangan terbesarnya ada pada tindak lanjut. Data awal menunjukkan hanya sekitar 8 persen peserta yang benar-benar melanjutkan pengobatan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan risiko penyakit. Artinya, banyak orang sudah tahu dirinya berisiko, tetapi tidak mengubah pola hidup atau tidak rutin minum obat.
Tahun ini, pemerintah berupaya memperkuat pengawasan dan tata laksana pasca-pemeriksaan agar CKG tidak berhenti sebagai program seremonial, melainkan benar-benar menurunkan angka penyakit kronis.
Mengapa Ini Penting untuk Peserta BPJS?
Bagi peserta BPJS, langkah preventif bukan sekadar membantu negara menekan biaya. Ini soal menjaga kualitas hidup. Ketika penyakit sudah memasuki fase berat, perawatan menjadi panjang dan kompleks, ketergantungan pada rumah sakit meningkat, produktivitas menurun, dan risiko kematian lebih tinggi
Sebaliknya, dengan cek kesehatan rutin, minum obat teratur, memperbaiki pola makan, rutin bergerak, dan berhenti merokok, risiko komplikasi bisa ditekan signifikan.
Lonjakan biaya BPJS Kesehatan menjadi alarm bahwa sistem kesehatan tidak bisa terus bertumpu pada pengobatan tahap akhir. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, tekanan terhadap BPJS Kesehatan akan semakin besar.
Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada akhirnya bukan sekadar program pemerintah. CKG adalah kesempatan bagi peserta BPJS untuk menggunakan haknya lebih awal, bukan saat sudah darurat, tetapi ketika masih bisa mencegah penyakitnya.
Editor: Muhammad Sukardi