Kaisar Langit memberinya gelar sebagai pembasmi roh jahat dan memberinya kuasa untuk menulis puisi yang dapat mengusir roh jahat. Puisi-puisi tersebut kemudian disebut sebagai duilian atau couplet.
4. Makan Bubur dan Daging untuk Sarapan
Mitos keempat berkaitan dengan pantangan makanan di hari pertama Tahun Baru Imlek. Bubur dianggap sebagai makanan orang miskin, sehingga tidak boleh dimakan saat sarapan.
Jelang Imlek, Pedagang Ikan Bandeng Musiman Raup Cuan
Daging juga tidak dianjurkan karena melambangkan pertumpahan darah dan bertentangan dengan nilai-nilai Buddhisme. Makanan yang disarankan adalah nian gao atau kue beras, yang melambangkan kemakmuran dan kemajuan.
5. Menyapu dan Membuang Sampah
Mitos kelima berkaitan dengan pantangan kebersihan di hari pertama Tahun Baru Imlek. Menyapu dan membuang sampah dianggap dapat mengusir Dewi Keberuntungan dan membawa kesialan.
Oleh karena itu, kegiatan menyapu dan membuang sampah harus dilakukan sebelum Tahun Baru Imlek dan dihindari di hari pertama. Jika terpaksa harus menyapu, maka sapuan harus diarahkan ke dalam rumah, bukan ke luar.
6. Mencuci Pakaian dan Keramas
Mitos keenam berkaitan dengan pantangan mencuci pakaian dan keramas di hari pertama Tahun Baru Imlek. Air melambangkan kekayaan dalam budaya Tionghoa.
Mencuci pakaian dan keramas dianggap dapat membuang keberuntungan dan rezeki. Oleh karena itu, kegiatan mencuci pakaian dan keramas harus dilakukan sebelum Tahun Baru Imlek dan dihindari di hari pertama.
7. Menjahit dan Memotong Rambut
Mitos ketujuh berkaitan dengan pantangan menjahit dan memotong rambut di hari pertama Tahun Baru Imlek. Menjahit dan memotong rambut dianggap dapat memutus keberuntungan dan hubungan baik.
Oleh karena itu, kegiatan menjahit dan memotong rambut harus dilakukan sebelum Tahun Baru Imlek dan dihindari di hari pertama.
8. Meminjam Uang dan Menagih Hutang
Mitos kedelapan berkaitan dengan pantangan keuangan di hari pertama Tahun Baru Imlek. Meminjam uang di hari Imlek diartikan sebagai membawa beban di tahun baru. Menagih hutang juga dianggap dapat merusak hubungan dan membawa kesialan.