Langkah Riski asal Cicalengka Terhenti di Top 6 Cahaya Muda Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Perjalanan Riski Permadi di panggung Cahaya Muda Indonesia harus terhenti di babak enam besar. Meski tampil cukup baik dan menyampaikan dakwah yang mengharukan, langkah dia belum cukup kuat untuk membawanya melaju ke lima besar.
Pada penampilan terakhirnya di panggung Cahaya Muda Indonesia, Minggu 1 Maret 2026, Riski membawakan materi yang sarat pesan moral dan emosional. Gaya penyampaiannya dinilai sudah memiliki struktur yang rapi, mulai dari pembukaan hingga penutupan.
Namun, sejumlah catatan dari dewan juri menjadi penentu hasil akhir. Misalnya saja catatan dari Abi Amir Faishol yang menilai gaya dakwah Riski sudah kuat secara konsep. 
Menurut dia, pembukaan dan penutupan yang dibawakan Riski tergolong baik serta mampu membangun alur yang jelas. Meski demikian, ada hal-hal yang perlu ditingkatkan agar penyampaiannya semakin berbobot.
Ridho Ardesan asal Tangerang Tereliminasi dari Cahaya Muda Indonesia, Evaluasi Juri Jadi Bekal Berharga!
Habib Nabiel Al Musawa memberikan masukan agar Riski memperbanyak penyertaan ayat Al-Quran dalam materi dakwahnya. Penguatan dalil dinilai penting untuk menambah kedalaman isi serta mempertegas pesan yang ingin disampaikan kepada audiens.
Sementara itu, Habib Muhammad Syahab menyoroti performa Riski yang terlihat kurang bertenaga. Menurutnya, penyampaian dakwah tidak hanya soal isi, tetapi juga energi dan kekuatan ekspresi agar pesan dapat tersampaikan secara maksimal.
Agil Sulthon, Dai Multitalenta asal Sarolangun Bersinar di Cahaya Muda Indonesia
Tak hanya dari dewan juri, bintang tamu Fairuz A Rafiq juga memberikan perhatian khusus pada aspek konsistensi. Dia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam memilih tema agar tetap relevan, kuat, dan tidak kehilangan fokus utama dakwah.
Dibandingkan peserta lain yang tampil lebih stabil dan energik, penilaian Riski belum cukup untuk mengamankan posisi di lima besar. Keputusan tersebut membuat langkahnya harus terhenti di babak enam besar.
Meski demikian, perjalanan Riski di ajang ini meninggalkan pelajaran berharga. Setiap kritik dan masukan dari para juri menjadi bekal penting untuk pengembangan diri ke depan.
Bagi Riski, panggung Cahaya Muda Indonesia bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang belajar untuk terus memperbaiki kualitas dakwah dan memantapkan langkah di masa mendatang.
Editor: Muhammad Sukardi