Dari Wajan Pecel Lele ke Panggung Dakwah, Mampukah Kembar Rois Rous Tembus Top 5 Cahaya Muda Indonesia?
JAKARTA, iNews.id - Kompetisi Cahaya Muda Indonesia (CMI) semakin memanas. Setelah menyisihkan ratusan peserta dari berbagai daerah, kini hanya tersisa enam talenta terbaik yang siap bertarung memperebutkan posisi di babak Top 5.
Persaingan pun kian ketat karena setiap peserta hadir dengan karakter, gaya penyampaian, dan kekuatan dakwah yang berbeda. Mereka berusaha sebaik mungkin untuk menjadi dai atau dai'ah terbaik di Indonesia.
Dari peserta yang tersisa, sorotan tajam tertuju pada pasangan kembar asal Bekasi, M Roisshaf dan M Rousshuf, yang akrab disapa Rois & Rous. Di balik penampilan mereka yang percaya diri di atas panggung, ada kisah perjuangan yang tak biasa.
Ya, sehari-hari keduanya merupakan pedagang pecel lele yang menggantungkan hidup dari usaha sederhana tersebut. Namun siapa sangka, dari kesibukan berdagang, tumbuh semangat besar untuk berdakwah.
Agil Sulthon, Dai Multitalenta asal Sarolangun Bersinar di Cahaya Muda Indonesia
Bagi Rois dan Rous, panggung Cahaya Muda Indonesia bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pembuktian bahwa siapa pun berhak menyampaikan kebaikan, selama dia memiliki kemauan dan kesungguhan.
Kekompakan menjadi kekuatan utama mereka. Sebagai saudara kembar, chemistry yang terbangun sejak kecil terlihat jelas saat keduanya tampil. Mereka saling melengkapi dalam menyampaikan pesan, membagi peran dengan rapi, serta menjaga ritme agar materi dakwah tetap mengalir dan mudah dipahami.
Persaingan Kian Sengit di 6 Besar Cahaya Muda Indonesia iNews