Indonesia Kerja Sama Afrika Selatan Garap Film Kutemukan Kembali Cintaku di Afsel
Film tersebut menceritakan romantisme sepasang muda-mudi Aceh mahasiswa Universitas Syah Kuala bernama Faiez dan Maya. Walaupun drama, namun cerita dalam film ini lebih dari 80 persen merupakan kisah nyata.
Romantisme yang indah Faiez dan Maya selama masa-masa di kuliah. Mereka sering berboncengan dengan motor butut CB Faiez keliling kota Banda Aceh dan berfoto-foto di Kapal Besar yang menjadi salah satu ikon Aceh.
Jalinan asmara mereka ternyata menghadapi sikap mamanya Maya yang tidak setuju hanya karena Faiez orang miskin yang dipandang tidak memberikan jaminan masa depan yang baik kepada sang Puteri.
Selain itu menghadapi sikap Egy, yang cemburu karena juga mencintai Maya namun bertepuk sebelah tangan. Faiez dan Maya harus menghadapi keroyokan orang-orang suruhan Egy dan keduanya diculik dibawa ke tempat terpisah.
Di masa-masa yang kritis tersebut, tiba-tiba gempa melanda Aceh. Bumi yang diinjak serasa dikebut-kebutkan dan orang kelimpungan. Selanjutnya tsunami menerjang Aceh dan meluluhlantakan Aceh. Korban terus berjatuhan bahkan mencapai lebih dari 204.000 orang meninggal. Aceh berduka. Indonesia berduka. Dunia berduka.