Film Anak Lokal Naik Level! Pelangi di Mars Hadirkan Petualangan XR Penuh Imajinasi
Produser Dendi Reynando menyebut film ini lahir dari kegelisahan sederhana, yaitu minimnya pilihan tontonan keluarga berkualitas di Indonesia.
"Film anak dan keluarga masih sangat terbatas. Kami ingin memberi alternatif, agar anak-anak Indonesia punya cerita mereka sendiri," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (15/2/2026).
Disutradarai oleh Upie Guava, film ini menggunakan teknologi XR untuk membangun lanskap Mars yang imersif. Meski demikian, Upie menegaskan teknologi hanyalah alat, bukan tujuan utama.
Baginya, yang lebih penting adalah bagaimana cerita mampu berbicara kepada anak-anak tanpa terasa menggurui. Isu krisis lingkungan dan perubahan iklim memang menjadi latar cerita, tetapi tidak disampaikan secara berat.
"Anak-anak tidak suka digurui," kata Upie.
Menurutnya, pesan tentang menjaga Bumi diselipkan secara halus melalui petualangan, persahabatan Pelangi dengan robot-robot interaktif, serta pencarian ayahnya. Anak-anak diajak memahami bahwa setiap tindakan memiliki dampak terhadap masa depan, tanpa merasa diceramahi.