Contoh Materi Stand Up Comedy tentang pendidikan, Undang Gelak Tawa Penonton
Saya rajin banget bangun pagi agar ada waktu untuk mengerjakan TR di sekolah. Tetapi, yang membuat saya kesal adalah jika ada teman yang mencontek tapi saya tidak memberi, saya dianggap pelit.
Sebenarnya, saya bukan pelit, tapi saya hanya dalam dilema, tahu nggak? Jika saya tidak memberi contekan, saya dianggap pelit, tapi jika saya memberi contekan, itu juga tidak baik. Yang lebih menjengkelkan adalah saat saya memberi contekan kepada teman, tapi nilai mereka justru lebih tinggi daripada saya.
Saat sekolah dulu, ada tugas membuat Lembar Kerja Siswa (LKS). Teman-teman masih sibuk mengerjakan, tetapi saya sudah selesai. Saya merasa bangga, tapi tiba-tiba guru mendekati saya. Saya kira akan dipuji, ternyata saya malah dimarahi karena di LKS saya masih ada tulisan harga eceran Rp50.000.
Setelah ujian, biasanya ada remidi bagi siswa yang nilai ujiannya tidak mencukupi. Melalui remidi, siswa berkesempatan memperbaiki nilai. Namun, terkadang soal remidi justru lebih sulit daripada soal ujian awal.
Ini seperti meminta seorang pengemudi Gojek untuk balapan melawan Valentino Rossi. Speaking of Rossi, saya jadi teringat MotoGP. Ada yang mengatakan bahwa Marquez hebat karena motornya memang cepat.