Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Susno Duadji Ungkap Prabowo Punya Daftar Pengusaha-Aparat Nakal di Pertambangan
Advertisement . Scroll to see content

Wawancara Eksklusif iNews dengan Jusuf Kalla terkait Kisruh Perebutan Kursi Ketum PMI

Rabu, 11 Desember 2024 - 21:07:00 WIB
Wawancara Eksklusif iNews dengan Jusuf Kalla terkait Kisruh Perebutan Kursi Ketum PMI
Wawancara eksklusif iNews dengan Jusuf Kalla terkait kisruh perebutan kursi Ketum PMI. (iNews)
Advertisement . Scroll to see content

Ketika persoalan ini mendera Palang Merah Indonesia kemudian Bapak juga ke depannya kan akan memimpin Palang Merah Indonesia, apa fokus Pak JK, khususnya meningkatkan pelayanan untuk masyarakat?

JK: PMI kan ada dua melayani masyarakat dalam bentuk donor darah. Itu tiap tahun 5 juta kantong diproduksi oleh PMI untuk orang-orang yang butuh di rumah sakit, 5 juta kantong setahun. Begitu besarnya itu. 

Itu akan terus ditingkatkan Pak?

JK: Ya iya sesuai dengan jumlah penduduk, terus meningkat biasanya.

Menurut Pak JK, ke depan apakah hal-hal seperti munas tandingan, kemudian tantangan yang lain mungkin ada ada lagi di tubuh PMI Pak?

JK: Ya ada saja orang-orang yang punya ambisi, tapi tidak punya kemampuan, ada sajalah, di mana-mana itu. Orang yang ambisi, ambisius, tapi tidak sanggup mendapat dukungan ya sudah. Jangan cari alasan macam-macam.

Artinya ya sudah, tidak bisa mengklaim secara sepihak begitu, apalagi melakukan semuanya di luar prosedur Pak? 

JK: Ya klaim apa? Jelas aturannya 20 persen dan itu anggaran dasar anggaran rumah tangga kan disetujui oleh munas.

Kepengurusan masih belum selesai ya Pak?

JK: Iya gak apa-apa, kepengurusan jalan terus. Seminggu kita selesaikan. Cuma begini, berbeda dengan orang lain, Palang Merah itu pengurusnya dibatasin. Kalau pusat itu hanya 21 orang. Kemudian kalau daerah, provinsi hanya 17. Kalau kota hanya 15. Jadi, kita hanya menyeleksi orang-orang yang mau kerja dengan betul dan tidak banyak, harus efektif. 

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut