Waspada Hantavirus! Kemenkes Pantau 1 WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Klaster MV Hondius
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengidentifikasi seorang warga negara asing (WNA) pria berusia 60 tahun yang berdomisili di Jakarta Pusat sebagai kontak erat dari klaster kapal pesiar MV Hondius. Meski demikian, hasil pemeriksaan PCR terhadap WNA tersebut dinyatakan negatif.
Kemenkes terus mengawasi 1 WNA kontak erat pasien klaster MV Hondius tersebut Pemerintah juga menyiagakan 21 RS sentinel guna mengantisipasi penyebaran Hantavirus.
Virus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius diketahui merupakan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang berpotensi menular antarmanusia. Sementara itu, kasus Hantavirus yang selama ini ditemukan di Indonesia—sebanyak 23 kasus sepanjang 2024 hingga 2026—umumnya merupakan tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang ditularkan melalui tikus, bukan antarmanusia.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan virus tersebut tergolong berbahaya sehingga pemerintah langsung berkoordinasi dengan World Health Organization untuk melakukan langkah mitigasi.
“Ini virus yang lumayan berbahaya. Jadi kami sudah koordinasi dengan WHO. Kami minta ke WHO untuk bisa lakukan screening-nya,” ujar Budi di Kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (7/5/2026).
Menurut Budi, berdasarkan laporan sementara yang diterima pemerintah, penyebaran Hantavirus masih terkonsentrasi di kapal pesiar tersebut dan belum meluas ke berbagai negara. Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi guna mencegah potensi penyebaran lebih luas.
Sementara itu, Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan virus yang ditemukan di Indonesia merupakan tipe HFRS.
“Sampai sejauh ini melalui pemeriksaan PCR, jenis daripada Hantavirus tersebut adalah tipe HFRS,” ujar Andi dalam konferensi pers virtual, Senin (11/5/2026).
Dia menegaskan tipe virus tersebut berbeda dengan kasus HPS yang sebelumnya ramai dibahas setelah muncul di kapal pesiar yang berlayar dari Argentina menuju Spanyol.
“Beda dengan HPS yang terjadi di kapal pesiar tersebut,” katanya.
Untuk memperkuat pengawasan, Kemenkes kini menyiagakan 21 rumah sakit sentinel di 20 provinsi. Rumah sakit tersebut bertugas melakukan surveilans aktif serta mendeteksi dini pasien dengan gejala yang mengarah pada infeksi Hantavirus.
Editor: Suriya Mohamad Said