Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 9 WNI Ditangkap Israel, RI Minta Bantuan Yordania hingga Turki untuk Pembebasan
Advertisement . Scroll to see content

Video Baru Hizbullah: Rudal dan Drone Kamikaze Lumpuhkan Tank Merkava Israel

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:23:00 WIB
Video Baru Hizbullah: Rudal dan Drone Kamikaze Lumpuhkan Tank Merkava Israel
Hizbullah merilis video terbaru yang memperlihatkan rudal dan drone kamikaze menghancurkan tank Merkava Israel di Lebanon Selatan. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

BEIRUT, iNews.id – Hizbullah merilis video terbaru yang memperlihatkan rudal terpadu dan drone kamikaze menghancurkan tank Merkava milik Israel di dekat Telnahas, Lebanon Selatan. Rekaman itu menunjukkan tank Israel lebih dulu dikunci sebagai target sebelum rudal meluncur dan memicu ledakan besar.

Serangan tersebut menjadi bagian dari upaya Hizbullah menahan pergerakan pasukan Israel yang mulai memasuki wilayah Lebanon Selatan. Selain rudal antitank, kelompok itu juga mengandalkan drone kamikaze yang semakin sulit diantisipasi oleh militer Israel.

Dalam video lain yang dirilis Hizbullah, sebuah drone berhasil menembus jaring pelindung anti-drone yang dipasang di atas kendaraan tempur Israel. Jaring logam raksasa itu dirancang menyerupai gawang sepak bola untuk memicu ledakan drone sebelum mencapai badan kendaraan.

Strategi darurat tersebut ternyata belum efektif. Drone Hizbullah tetap mampu menghantam kendaraan militer Israel meski telah dilengkapi lapisan pelindung tambahan. Kondisi ini memaksa Israel mencari teknologi baru untuk menghadapi ancaman drone berbasis serat optik yang terus berkembang.

Di saat yang sama, Israel menggempur sejumlah wilayah di Lebanon Selatan, termasuk Majuk, Surmala, dan Kana. Serangan udara menghancurkan bangunan dan infrastruktur setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga setempat.

Warga di Kota Tirus mengaku hidup dalam ketidakpastian akibat ledakan yang masih terdengar meski terdapat gencatan senjata. “Situasi ini lebih berat dari sebelumnya. Sudah 45 hari kami berharap keadaan membaik, tetapi ketakutan masih terus ada,” ujar seorang warga.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah korban tewas akibat serangan Israel mencapai 3.020 orang, sedangkan 9.273 lainnya terluka. Tim penyelamat masih bekerja mengevakuasi korban dari reruntuhan dan melakukan identifikasi jenazah, termasuk melalui uji DNA.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap Iran selama dua hingga tiga hari. Keputusan itu diambil setelah permintaan dari Emir Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

“Kami melakukan pembicaraan yang sangat besar dengan Iran. Saya diminta Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab untuk menundanya dua atau tiga hari karena mereka merasa sangat dekat dengan kesepakatan. Jika tidak ada senjata nuklir di tangan Iran dan mereka puas, kami juga akan puas,” kata Trump.

Trump menegaskan serangan skala besar tetap akan dilakukan jika negosiasi gagal menghasilkan kesepakatan. Sementara itu, Iran menyatakan siap menghadapi segala kemungkinan. Garda Revolusi Iran menggelar latihan perang selama lima hari lima malam dan telah menerima sekitar 10 juta relawan muda yang mendaftar untuk program bela negara.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut