Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Ancam Serang Lagi, Iran Akan Tutup Total Selat Hormuz
Advertisement . Scroll to see content

Selat Hormuz Memanas: Kapal Tanker Raksasa Qatar Diserang Drone Iran, AS Balas Gempur Teheran

Rabu, 08 Juli 2026 - 11:08:00 WIB
Selat Hormuz Memanas: Kapal Tanker Raksasa Qatar Diserang Drone Iran, AS Balas Gempur Teheran
Situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz kembali membara setelah kapal tanker gas alam cair (LNG) raksasa milik Qatar, Al Rekayyat, dilaporkan menjadi sasaran serangan drone Iran. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

Komando Pusat AS (Centcom) menegaskan bahwa operasi udara ini dirancang untuk melumpuhkan secara masif kapabilitas militer Iran di wilayah pesisir.

"Agresi yang ditunjukkan Iran tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata," demikian pernyataan Centcom, dikutip Rabu (8/7/2026).

Berdasarkan laporan media lokal Iran, dentuman ledakan keras terdengar jelas di Kota Sirik yang berada di Pulau Qeshm serta kawasan Bandar Abbas. Serangan udara AS dilaporkan berhasil menghantam dermaga komersial di Sirik serta beberapa dermaga perikanan di Sirik dan Bandar Abbas.

Seorang pejabat AS yang dikutip Reuters membeberkan bahwa target operasi kali ini mencakup sistem pertahanan udara Iran, instalasi pengawasan pantai, gudang rudal permukaan ke udara, rudal jelajah antikapal, hingga pangkalan peluncuran drone.

Dampak MoU Islamabad dan Sanksi Ekonomi Baru AS
Ketegangan yang terjadi pasca-penandatanganan MoU Islamabad ini memang terus berpusat di Selat Hormuz. Iran bersikeras melakukan pencegatan dan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas dengan dalih armada komersial tersebut tidak mengantongi izin resmi.

Tidak sebatas mengerahkan kekuatan militer, Washington juga langsung menghantam perekonomian Iran dengan mencabut izin ekspor minyak yang sebelumnya disepakati dalam MoU Islamabad—sebuah kesepakatan damai sementara yang sempat mengakhiri perang kedua negara sejak 28 Februari lalu.

Departemen Keuangan AS resmi membatalkan izin ekspor minyak Iran yang sedianya berlaku dari 22 Juni hingga 21 Agustus. Kini, Washington memberikan tenggat waktu yang sangat ketat hingga 17 Juli bagi Iran untuk merampungkan pesanan yang tersisa dan menghentikan total seluruh aktivitas transaksi minyak mereka.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut