Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung Proyeksi Ekonomi Indonesia
Dia juga menilai asumsi yang digunakan World Bank bersifat sementara, terutama terkait harga minyak dunia yang fluktuatif. Purbaya bahkan menyebut proyeksi tersebut telah menciptakan sentimen negatif terhadap perekonomian nasional.
Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerintah akan terus mengoptimalkan berbagai kebijakan, terutama di sektor makroekonomi.
Purbaya menegaskan fokus utama pemerintah adalah memastikan program berjalan optimal, sistem keuangan tetap stabil, serta iklim investasi terjaga.
Diketahui, World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik melambat menjadi 4,2 persen pada 2026, dari sebelumnya 5,0 persen pada 2025.
Pelambatan tersebut dipicu oleh gejolak energi akibat konflik di Timur Tengah yang berdampak pada perdagangan global dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi.
Bank Dunia juga mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan berpotensi memperburuk kondisi ekonomi regional, terutama terkait tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak dan biaya impor energi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa kritik proyeksi World Bank soal ekonomi RI 2026. Dia menyebut perhitungannya salah dan picu sentimen negatif.
Editor: Donald Karouw