Presiden Prabowo di Harlah 1 Abad NU: Saya Selalu Bahagia di Tengah Keluarga Besar NU
Prabowo juga menegaskan bahwa kehadiran para kiai dan ulama besar di belakangnya menjadi suntikan moral yang sangat berarti. Dukungan tersebut membuatnya merasa jauh lebih berani dalam menjalankan amanah memimpin bangsa.
"Di tengah-tengah santri, santriwati, di tengah kiai, apalagi ada kiai dan ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya," kata Prabowo.
Dalam pidatonya, ia memberikan penghormatan tinggi atas kiprah satu abad NU bagi Indonesia. Prabowo menyebut NU sebagai pilar utama kebesaran bangsa yang selalu hadir menjadi penyelamat di masa-masa sulit.
Ia kemudian mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Meski proklamasi dilakukan di Jakarta pada 17 Agustus 1945, Prabowo mengingatkan bahwa ujian sesungguhnya dari kemerdekaan itu terjadi di Jawa Timur, khususnya di Surabaya.
"Seratus tahun kiprah pengabdian NU telah membuktikan bahwa NU sungguh-sungguh adalah pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia. Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan," katanya.
Editor: Kastolani Marzuki