Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Megawati Kirim Surat Duka atas Wafatnya Khamenei, Tegaskan Sikap Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Bahas Penutupan Selat Hormuz, Stok Minyak RI Disorot

Selasa, 03 Maret 2026 - 14:22:00 WIB
Prabowo Bahas Penutupan Selat Hormuz, Stok Minyak RI Disorot
Prabowo Subianto membahas penutupan Selat Hormus bersama Bahlil Lahadalia dan menyoroti stok minyak RI yang disebut masih aman hingga 20 hari di tengah gejolak geopolitik. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Presiden Prabowo Subianto membahas penutupan Selat Hormuz bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, sementara stok minyak RI menjadi sorotan di tengah situasi geopolitik yang memanas.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak terhadap pasokan minyak dunia. Selat Hormus merupakan jalur penting distribusi energi global, sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi negara pengimpor seperti Indonesia.

Bahlil menjelaskan pembahasan menyangkut kondisi geopolitik terkini, termasuk isu penutupan Selat Hormus di Iran. Pemerintah memperhitungkan potensi gangguan distribusi minyak dunia.

“Ini menyangkut kondisi terkini geopolitik, termasuk penutupan Selat Hormus di Iran. Karena ini kita antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Bagaimanapun kita masih melakukan impor satu juta barel,” ujar Bahlil.

Indonesia masih mengimpor sekitar satu juta barel minyak per hari. Kondisi tersebut membuat stabilitas jalur distribusi global menjadi faktor krusial bagi ketahanan energi nasional.

Saat ditanya mengenai cadangan BBM nasional, Bahlil memastikan stok masih aman untuk sementara waktu. “Masih cukup 20 hari,” ucap dia.


Dampak ke Subsidi dan Harga Dunia

Bahlil juga menegaskan hingga kini belum ada gangguan terhadap subsidi energi. Pemerintah terus memantau dinamika harga minyak global.

“Sampai dengan hari ini tidak ada masalah,” katanya.

Meski begitu, dia mengingatkan harga minyak dunia berpotensi terkoreksi jika situasi geopolitik terus memanas. Fluktuasi tersebut dapat berdampak pada beban fiskal dan kebijakan energi.

Pembahasan Prabowo dan Bahlil menjadi bagian dari langkah antisipatif pemerintah menghadapi potensi krisis global. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga di dalam negeri.

Isu Selat Hormuz kembali menjadi perhatian karena jalur tersebut memegang peran vital dalam distribusi minyak dunia. Pemerintah menekankan kesiapan menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut