Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gibran Cek Pembangunan Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Palembang, Ditargetkan Rampung Oktober 2026
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah bakal Bentuk Satgas untuk Cari Solusi Penumpukan Sampah

Kamis, 13 Maret 2025 - 14:54:00 WIB
Pemerintah bakal Bentuk Satgas untuk Cari Solusi Penumpukan Sampah
Pemerintah menginstruksikan Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk membentuk Satgas Penanganan Sampah Nasional. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Sampah Nasional.

AHY menjelaskan, sampah masih menjadi permasalahan di berbagai Kota, Kabupaten, hingga seluruh Indonesia. Sehingga, Satgas yang dibentuk akan mencari solusi dari kondisi penumpukan sampah.

"Kita hadirkan gerakan nasional Indonesia bersih dari sampah dan segala hal yang saya anggap penting tadi juga menjadi perhatian Pak Presiden, sekali lagi bukan hanya infrastrukturnya, bukan hanya teknologinya tetapi bagaimana kesadaran masyarakat ini bisa terus kita bangun bersama-sama," ucap AHY usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/3/2025).

AHY menambahkan, satgas ini akan melakukan evaluasi program yang telah berjalan selama ini. Apalagi, sudah ada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018, yang sudah berjalan sekitar 7 tahun, telah menetapkan 12 Kota di Indonesia yang harus fokus pada pengolahan sampah. Bahkan, diharapkan bisa mengkonversi sampah menjadi energi.

"Nah kita tahu belum semuanya berjalan, bahkan bisa dikatakan baru 2 Kota, Surabaya di Benowo itu dan di Solo, Surakarta. Tempat lain masih ada tantangan di sana-sini, disinilah kita ingin mengevaluasi mana saja yang perlu dicarikan solusinya. Nah nanti terkait dengan pengolahan di TPA, kita harus pastikan karena sekali lagi setiap daerah, setiap kota itu beda-beda skalanya," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut