Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Breaking News: Israel dan Hizbullah Sepakati Gencatan Senjata
Advertisement . Scroll to see content

Ketegangan Memanas, Hizbullah Bersumpah Lanjutkan Perang Melawan Israel

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:41:00 WIB
Ketegangan Memanas, Hizbullah Bersumpah Lanjutkan Perang Melawan Israel
Hizbullah menegaskan tak akan menyerah kepada Israel. Sekjen Naim Qassem menyatakan kelompoknya siap terus berperang dan membalas serangan Israel. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

LEBANON, iNews.id - Hizbullah kembali menegaskan komitmennya untuk terus melawan Israel di tengah konflik yang masih berlangsung. Kelompok yang berbasis di Lebanon itu menyatakan tidak akan menyerah dan siap melanjutkan perlawanan meski menghadapi tekanan serta serangan yang terus meningkat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, yang menegaskan seluruh anggota kelompoknya siap berkorban dalam menghadapi Israel. 

Menurutnya, Hizbullah tidak memiliki alasan untuk menyerah selama masih mampu mempertahankan perlawanan.

"(Hizbullah) adalah kelompok yang tidak takut mati dan kami selalu menang dalam menghadapi mereka yang mengancam kami dengan kematian. Kerugian besar itu tidak seberapa dibandingkan dengan menyerah dan kekalahan. Jika kita mampu meraih kemenangan, mengapa kita harus menyerah (terhadap Israel)," katanya.

Dalam pidatonya pada Jumat (19/6/2026), Qassem juga menuduh Israel berupaya melemahkan Hizbullah dengan membatasi akses masuknya persenjataan ke Lebanon melalui jalur darat, laut, dan udara.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk menghambat penguatan kelompok perlawanan di negara tersebut.

Qassem menilai kebijakan tersebut menunjukkan kekhawatiran Israel terhadap kemampuan Hizbullah. Selain itu, dia juga menyoroti meningkatnya serangan militer Israel ke wilayah Lebanon dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Qassem, rangkaian serangan tersebut merupakan bagian dari upaya Israel untuk melemahkan dan menghapus keberadaan Hizbullah. Karena itu, dia menegaskan kelompoknya akan terus memberikan perlawanan dan membalas setiap serangan yang dilancarkan.

"(Israel dan Amerika Serikat) berupaya menutup jalur udara, laut, dan darat untuk mencegah masuknya senjata, teknologi, dan apa pun yang dapat memperkuat Perlawanan," ujar Qassem.

Pernyataan Hizbullah tersebut menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang hingga kini masih dibayangi potensi meluasnya konflik regional. Situasi tersebut terus menjadi perhatian masyarakat internasional karena berisiko memperpanjang instabilitas di kawasan.

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut