Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon Selatan, Netanyahu Sebut Hizbullah Masih Mengancam
TEL AVIV, iNews.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pasukan negaranya belum akan ditarik dari wilayah Lebanon selatan selama kelompok Hizbullah masih dianggap sebagai ancaman keamanan bagi Israel.
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu saat mengunjungi pasukan Israel yang ditempatkan di Lebanon selatan, wilayah yang hingga kini masih diduduki militer Israel.
"Penegasan kami adalah bahwa kami tidak akan meninggalkan Lebanon selatan sampai ancaman itu dihilangkan," kata Netanyahu kepada para prajurit Israel, Selasa (30/6).
Ia menegaskan, keberadaan pasukan Israel akan terus dipertahankan selama Hizbullah masih memiliki persenjataan dan dinilai mengancam keamanan negaranya.
"Dan selama Hizbullah masih berada di sini, bersenjata dan mengancam kami, kami juga akan tetap berada di sini," ujarnya.
Pernyataan Netanyahu bertolak belakang dengan kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati antara Israel dan Lebanon.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Israel seharusnya menarik pasukannya dari dua kawasan di Lebanon selatan, yakni wilayah di selatan dan utara Sungai Litani.
Sebagai bagian dari implementasi perjanjian itu, Angkatan Bersenjata Lebanon dijadwalkan mengambil alih pengamanan di wilayah-wilayah tersebut sebagai bagian dari program percontohan pascagencatan senjata.
Editor: Suriya Mohamad Said