Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Maut Dump Truk Tabrak Motor di Muaro Jambi, 4 Orang Sekeluarga Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Diiringi Isak Tangis, Satu Keluarga yang Tewas saat Glamping Dimakamkan Berdampingan

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:33:00 WIB
Diiringi Isak Tangis, Satu Keluarga yang Tewas saat Glamping Dimakamkan Berdampingan
Diiringi isak tangis dan hujan deras, empat anggota keluarga yang tewas saat glamping di Temanggung dimakamkan berdampingan di Banyubiru, Semarang. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id – Suasana duka dan isak tangis menyelimuti prosesi pemakaman empat anggota keluarga yang ditemukan meninggal dunia secara misterius saat glamping di kawasan Posong, Kabupaten Temanggung. Keempat korban dimakamkan berdampingan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorogeni, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (28/5/2026) sore.

Jenazah pasangan suami istri M Ali Munawar dan Magfiroh Alvira, serta dua putra mereka, Bagas Amar Hakiki dan Alvino Evan Hakim, tiba di rumah duka menggunakan empat ambulans. Kedatangan jenazah disambut haru oleh keluarga, kerabat, dan warga yang telah menunggu sejak siang hari.

Setelah tiba di rumah duka, keempat jenazah langsung dibawa menuju Masjid Nurul Khasanah untuk dishalatkan secara berjamaah. Ratusan pelayat memadati area masjid hingga halaman luar untuk memberikan penghormatan terakhir kepada keluarga yang dikenal baik di lingkungan tempat tinggalnya tersebut.

Usai pelaksanaan salat jenazah dan doa bersama, iring-iringan pelayat mengantar keempat jenazah menuju TPU Sorogeni. Meski hujan deras mengguyur kawasan pemakaman, ratusan warga tetap bertahan dan mengiringi prosesi hingga seluruh jenazah dimakamkan.

Keempat anggota keluarga itu dimakamkan berdampingan dalam satu area pemakaman, menambah suasana haru yang menyelimuti prosesi peristirahatan terakhir mereka.

Perwakilan keluarga korban, As'adi, mengaku sangat terpukul atas musibah yang terjadi secara mendadak. Pihak keluarga berharap kepolisian dapat segera mengungkap penyebab pasti kematian keempat korban yang ditemukan di dalam tenda saat glamping di Temanggung.

"Kami dari pihak keluarga sangat terpukul dengan musibah ini. Kami berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap penyebab pasti kematian keempat anggota keluarga kami yang ditemukan meninggal di dalam tenda," ujarnya.

Duka mendalam juga dirasakan para sahabat korban. Salah seorang teman Bagas Amar Hakiki, Leo Nanda, mengenang almarhum sebagai sosok yang baik, berbakat, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap teman-temannya.

Hingga kini, penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan autopsi dari pihak berwenang. Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap misteri di balik tragedi yang menggemparkan masyarakat itu.

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut