Diiringi Isak Tangis, Satu Keluarga yang Tewas saat Glamping Dimakamkan Berdampingan
SEMARANG, iNews.id – Suasana duka dan isak tangis menyelimuti prosesi pemakaman empat anggota keluarga yang ditemukan meninggal dunia secara misterius saat glamping di kawasan Posong, Kabupaten Temanggung. Keempat korban dimakamkan berdampingan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorogeni, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (28/5/2026) sore.
Jenazah pasangan suami istri M Ali Munawar dan Magfiroh Alvira, serta dua putra mereka, Bagas Amar Hakiki dan Alvino Evan Hakim, tiba di rumah duka menggunakan empat ambulans. Kedatangan jenazah disambut haru oleh keluarga, kerabat, dan warga yang telah menunggu sejak siang hari.
Setelah tiba di rumah duka, keempat jenazah langsung dibawa menuju Masjid Nurul Khasanah untuk dishalatkan secara berjamaah. Ratusan pelayat memadati area masjid hingga halaman luar untuk memberikan penghormatan terakhir kepada keluarga yang dikenal baik di lingkungan tempat tinggalnya tersebut.
Usai pelaksanaan salat jenazah dan doa bersama, iring-iringan pelayat mengantar keempat jenazah menuju TPU Sorogeni. Meski hujan deras mengguyur kawasan pemakaman, ratusan warga tetap bertahan dan mengiringi prosesi hingga seluruh jenazah dimakamkan.
Keempat anggota keluarga itu dimakamkan berdampingan dalam satu area pemakaman, menambah suasana haru yang menyelimuti prosesi peristirahatan terakhir mereka.
Perwakilan keluarga korban, As'adi, mengaku sangat terpukul atas musibah yang terjadi secara mendadak. Pihak keluarga berharap kepolisian dapat segera mengungkap penyebab pasti kematian keempat korban yang ditemukan di dalam tenda saat glamping di Temanggung.
"Kami dari pihak keluarga sangat terpukul dengan musibah ini. Kami berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap penyebab pasti kematian keempat anggota keluarga kami yang ditemukan meninggal di dalam tenda," ujarnya.
Duka mendalam juga dirasakan para sahabat korban. Salah seorang teman Bagas Amar Hakiki, Leo Nanda, mengenang almarhum sebagai sosok yang baik, berbakat, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap teman-temannya.
Hingga kini, penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan autopsi dari pihak berwenang. Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap misteri di balik tragedi yang menggemparkan masyarakat itu.
Editor: Suriya Mohamad Said