Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Balas Serangan Amerika Pakai Rudal Angkatan Laut dan Drone Masif
Advertisement . Scroll to see content

Detik-Detik Bandara Kuwait Diguncang Ledakan Drone Iran, 63 Orang Terluka

Jumat, 05 Juni 2026 - 18:49:00 WIB
Detik-Detik Bandara Kuwait Diguncang Ledakan Drone Iran, 63 Orang Terluka
Drone yang diduga berasal dari Iran menghantam Bandara Kuwait, melukai 63 orang dan merusak terminal. Operasional penerbangan sempat dihentikan. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

KUWAIT CITY, iNews.id – Suasana mencekam terjadi di Bandara Internasional Kuwait setelah sebuah drone yang diduga berasal dari Iran menghantam area bandara pada Rabu (3/6/2026) pagi waktu setempat. Ledakan dahsyat yang terjadi menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas terminal dan mengakibatkan sedikitnya 63 orang mengalami luka-luka.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kepanikan penumpang dan petugas bandara saat ledakan terjadi. Sejumlah orang terlihat berlarian mencari perlindungan, sementara proses evakuasi dilakukan secara cepat untuk mengamankan para penumpang dari lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, operasional penerbangan di Bandara Internasional Kuwait sempat dihentikan sementara. Sejumlah penerbangan yang hendak mendarat dialihkan ke bandara alternatif demi alasan keselamatan. 

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Brigadir Jenderal Saud Abdulaziz Al-Atwan, menyebut serangan itu sebagai bentuk agresi yang menimbulkan kerusakan material cukup besar serta menyebabkan puluhan korban luka.

“Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan dan memicu cedera terhadap puluhan orang,” ujarnya seperti dikutip AFP.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah negara yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS).

Teheran menuding Kuwait telah memberikan akses kepada pasukan AS untuk menggunakan wilayahnya sebagai basis peluncuran operasi militer. Tuduhan tersebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya eskalasi konflik yang kini mulai berdampak pada fasilitas sipil dan infrastruktur strategis di kawasan.

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut