Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Ini Penyebab 3 Calon Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil
Advertisement . Scroll to see content

3 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Pelatihan, Istana Buka Suara

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:49:00 WIB
3 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Pelatihan, Istana Buka Suara
Tiga calon manajer Kopdes meninggal saat pelatihan. Istana memastikan program Koperasi Merah Putih tetap berjalan, sementara Kemhan lakukan evaluasi. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Tiga calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pelatihan. Salah satu peserta diduga mengalami serangan panas (heat stroke), peserta lainnya disebut memiliki riwayat penyakit tuberkulosis (TBC), sementara satu korban lainnya meninggal akibat henti jantung. Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan memunculkan perhatian terhadap kondisi kesehatan peserta serta pelaksanaan kegiatan pelatihan yang tengah berlangsung.

Menanggapi kejadian tersebut, Istana Kepresidenan buka suara terkait meninggalnya peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan penjelasan mengenai insiden tersebut telah disampaikan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan).

“Kan sudah dijelaskan oleh Kemhan kan,” kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Saat ditanya mengenai kemungkinan evaluasi, Juri menyebut langkah mitigasi akan disesuaikan dengan kebutuhan program yang dijalankan.

“Mitigasinya tentu berbeda antara program Koperasi Merah Putih-nya, kemudian penyediaan sumber daya untuk mengelola itu,” ujarnya.

Juri menegaskan peristiwa tersebut akan ditangani secara maksimal tanpa mengganggu keberlanjutan program pemerintah.

“Tentu hal terkait dengan peristiwa atau kejadian-kejadian seperti itu ya akan ditangani sebaik-baiknya dan tentu dipisahkan dari kegiatan atau kelanjutan dari program ini,” ucap Juri.

Ia juga memastikan Program Koperasi Merah Putih tetap berjalan sesuai rencana.

“Jadi program Koperasi Merah Putih tentu tetap berlanjut,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyampaikan duka cita atas meninggalnya peserta SPPI yang tengah mengikuti Latsarmil dan memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program.

"Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 yang sedang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI," demikian pernyataan resmi Kemhan, Rabu (24/6/2026).

Salah satu peserta yang meninggal dunia adalah Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Anisa mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan sempat mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit.

"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke," tulis Kemhan.

Peserta lainnya, Yonanda Muhammad Taufiq, yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026. Setelah mendapat penanganan dari tenaga kesehatan satuan dan dirujuk ke rumah sakit, ia dinyatakan meninggal dunia.

"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung)," tulis Kemhan.

Kemhan menjelaskan kedua peserta tersebut telah melalui seluruh tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan.

"Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan program," demikian pernyataan Kemhan.

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut