Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Massa Buruh Demo di DPR, Serukan 4 Tuntutan terkait Upah Minimum
Advertisement . Scroll to see content

Upah Minimum Indonesia Tinggi di Atas Standar ILO, Depenas: Ini Dua Risikonya

Sabtu, 20 November 2021 - 14:31:00 WIB
Upah Minimum Indonesia Tinggi di Atas Standar ILO, Depenas: Ini Dua Risikonya
Ilustrasi upah minimum. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) mengungkap ada dua risiko yang terjadi akibat upah minimum Indonesia tinggi di atas standar International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Perburuhan Internasional.

Menurut anggota Depenas, Joko Santosa, berdasarkan metode Kaitz index, yakni metode yang membandingkan antara upah minimum dengan median upah di suatu wilayah, didapati bahwa Kaitz Index Indonesia sudah di atas 1,1. Padahal berdasarkan standar ILO, Kaitz Index seharusnya berada di antara 0,4–0,6. 

“Nilai upah minimum Indonesia itu sudah di atas median upah yang ditetapkan ILO. Itu kalau di seluruh dunia hanya terjadi di Indonesia,” kata Joko, di Jakarta, Sabtu (20/11/2021). 

Akibat dari tingginya upah minimum Indonesia berdasarkan Kaitz Index tersebut, ada 2 risiko yang dapat terjadi: 

1. Pengusaha tidak akan membayar upah sesuai ketentuan upah minimum
2. Pengusaha akan kesulitan untuk menaikkan upah bagi pekerja dengan masa kerja di atas 12 bulan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut