Tunggu Tanda Tangan Jokowi, Pembentukan Holding BUMN Farmasi Tuntas Oktober
Oleh karena persiapan menuju pembentukan induk usaha tersebut, Kementerian BUMN selaku pemegang mayoritas saham pada pekan ini mengangkat Direktur Utama PT Kimia Farma Persero Tbk Honesti Basyir menjadi Direktur Utama PT Bio Farma Persero.
Direktur Keuangan Kimia Farma I.G.N. Suharta Wijaya juga diangkat menjadi Direktur Bio Farma menggantikan Pardiman.
Pada Maret 2019 lalu, sebagai upaya pembentukan kelompok usaha farmasi ini juga, Kimia Farma menuntaskan akuisisi saham PT Phapros Tbk dari yang semula dimiliki oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) alias RNI dengan nilai Rp1,37 triliun atau 56,77 persen (476 juta lembar) saham Phapros.
Honesti mengatakan misi pertama dirinya sebagai Direktur Utama Bio Farma adalah menuntaskan proses pendirian induk usaha BUMN Farmasi.
Menurut dia, proses pendirian induk usaha tersebut telah tuntas 95 persen. Bio Farma kini tinggal menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo.