Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Advertisement . Scroll to see content

Tumbuh di Tengah Covid-19, Pemerintah Catat Serapan KUR Pertanian Capai Rp41,89 Triliun

Jumat, 30 Juli 2021 - 15:21:00 WIB
Tumbuh di Tengah Covid-19, Pemerintah Catat Serapan KUR Pertanian Capai Rp41,89 Triliun
Kementerian Pertanian mencatat penyaluran KUR sektor pertanian pada Januari hingga 25 Juli 2021 mencapai Rp41,89 Triliun. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

Terkait KUR, lanjut Mentan, ada banyak fasilitas terbaik yang bisa dinikmati petani. Apalagi, kondisi saat ini sedang pandemi dan pemerintah mendorong setiap usaha yang dikembangkan rakyat. Pemerintah memberi kemudahan menyalurkan KUR sektor pertanian dengan subsidi bunga sebesar 3 persen pada 2021. Porsi pencairan KUR tanpa agunan juga naik dari Rp50 Juta menjadi Rp100 Juta.

Fasilitas ramah yang diberikan pemerintah semakin banyak dengan beragam relaksasi KUR. Sebut saja, adanya penundaan pembayaran pokok, perpanjangan jangka waktu, dan penambahan limit KUR. Bank atau lembaga penyalur memberi akses besar kepada kelompok atau klaster komoditas pertanian melalui kemitraan.

Pemerintah juga mendorong percepatan implementasi Bisnis Model One Village One Product (OVOP) dan One Pesantren One Product (OPOP). Penerapannya melalui Pola Cluster dengan Pembiayaan KUR. Komposisinya melalui korporatisasi pertanian dengan pembiayaan murah bagi KUR khusus kelompok atau klaster pertanian.

"KUR menjadi pendorong usaha tani yang sangat positif. Artinya, petani memiliki peluang besar menumbuhkan unit usaha taninya. Pengembangan bisnis seperti ini tentu sangat bagus," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi.

Ditopang program Rural Empowerment Agricultural and Development Scalling Up Initiative (Readsi) dari Kementan, saat ini ada banyak petani layak debitur. Manejemen keuangan mereka sangat sehat. Salah satu indikatornya adalah ketaatan pembayaran iuran rutin bagi kelompok tani. Sebagai contoh Poktan Bahtra di Pohuwato, Gorontalo. 

"Kami mendorong petani untuk mengoptimalkan KUR. Slotnya masih besar. Segera akses KUR karena suku bunganya juga rendah. Dengan Readsi, petani memiliki kemampuan angsuran yang bagus. Potensi risiko gagal bayarnya pun kecil," ujar Dedi.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut