Tumbuh di Tengah Covid-19, Pemerintah Catat Serapan KUR Pertanian Capai Rp41,89 Triliun
Terkait KUR, lanjut Mentan, ada banyak fasilitas terbaik yang bisa dinikmati petani. Apalagi, kondisi saat ini sedang pandemi dan pemerintah mendorong setiap usaha yang dikembangkan rakyat. Pemerintah memberi kemudahan menyalurkan KUR sektor pertanian dengan subsidi bunga sebesar 3 persen pada 2021. Porsi pencairan KUR tanpa agunan juga naik dari Rp50 Juta menjadi Rp100 Juta.
Fasilitas ramah yang diberikan pemerintah semakin banyak dengan beragam relaksasi KUR. Sebut saja, adanya penundaan pembayaran pokok, perpanjangan jangka waktu, dan penambahan limit KUR. Bank atau lembaga penyalur memberi akses besar kepada kelompok atau klaster komoditas pertanian melalui kemitraan.
Pemerintah juga mendorong percepatan implementasi Bisnis Model One Village One Product (OVOP) dan One Pesantren One Product (OPOP). Penerapannya melalui Pola Cluster dengan Pembiayaan KUR. Komposisinya melalui korporatisasi pertanian dengan pembiayaan murah bagi KUR khusus kelompok atau klaster pertanian.
"KUR menjadi pendorong usaha tani yang sangat positif. Artinya, petani memiliki peluang besar menumbuhkan unit usaha taninya. Pengembangan bisnis seperti ini tentu sangat bagus," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi.
Ditopang program Rural Empowerment Agricultural and Development Scalling Up Initiative (Readsi) dari Kementan, saat ini ada banyak petani layak debitur. Manejemen keuangan mereka sangat sehat. Salah satu indikatornya adalah ketaatan pembayaran iuran rutin bagi kelompok tani. Sebagai contoh Poktan Bahtra di Pohuwato, Gorontalo.
"Kami mendorong petani untuk mengoptimalkan KUR. Slotnya masih besar. Segera akses KUR karena suku bunganya juga rendah. Dengan Readsi, petani memiliki kemampuan angsuran yang bagus. Potensi risiko gagal bayarnya pun kecil," ujar Dedi.
Editor: Dani M Dahwilani