Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : OJK Beberkan 4 Penyebab IHSG Ambruk sejak Awal Tahun 
Advertisement . Scroll to see content

Rating Moody's, OJK: Akan Tingkatkan Kepercayaan Investor Pasar Modal

Minggu, 15 April 2018 - 20:10:00 WIB
Rating Moody's, OJK: Akan Tingkatkan Kepercayaan Investor Pasar Modal
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Moody’s dari Baa3/outlook positif menjadi Baa2/outlook stabil akan berdampak positif. Sebab, dapat mendorong pertumbuhan industri jasa keuangan dan stabilitas perekonomian Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso yakin dengan adanya perbaikan rating menunjukkan kepercayaan terhadap stabilitas sistem keuangan nasional yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan risiko geopolitik yang terjadi saat ini.

“Peningkatan rating Moody’s akan meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia termasuk di industri jasa keuangan khususnya di pasar modal,” kata Wimboh dalam keterangan resminya, Minggu (15/4/2018).

Lembaga Pemeringkat Moody’s Investor Service pada Jumat kemarin menilai bahwa kenaikan rating utang Indonesia didasarkan pada penilaian atas kerangka kebijakan Pemerintah Indonesia yang kredibel dan efektif yang kondusif bagi stabilitas makroekonomi.

Fokus kebijakan yang kredibel pada kebijakan makroekonomi yang didukung oleh penyangga keuangan yang substansial mengurangi risiko depresiasi mata uang yang tajam dan berkelanjutan. Kerangka kebijakan dan penyangga keuangan melengkapi ukuran ekonomi Indonesia yang besar, kuat dan stabil dengan sasaran pertumbuhan PDB sekitar 5,0-5,3 persen dan sistem perbankan yang sehat dalam mendorong kapasitas negara untuk menyerap guncangan ekonomi atau keuangan.

Catatan OJK, kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan pada Februari 2018 masih sejalan dengan siklus awal tahun serta laju pertumbuhan ekonomi. Kredit perbankan Februari 2018 tumbuh sebesar 8,22 persen yoy dan piutang pembiayaan tumbuh sebesar 7,70 persen yoy.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 8,44 persen yoy. Sementara, premi asuransi jiwa dan asuransi umum atau reasuransi masing-masing tumbuh sebesar 53,47 persen yoy dan 22,19 persen yoy.

Di tengah perkembangan intermediasi keuangan tersebut, risiko likuiditas, kredit, dan pasar lembaga jasa keuangan (LJK) Januari 2018 berada pada level yang manageable. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross perbankan pada Februari 2018 tercatat sebesar 2,88 persen dan rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 3,05 persen.

Sementara itu, permodalan lembaga jasa keuangan masih relatif kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) perbankan sebesar 23,5 persen dan risk based capital (RBC) asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing sebesar 327 persen dan 499 persen.

Ke depan, OJK akan terus memantau dinamika perekonomian global dan dampaknya terhadap likuiditas pasar keuangan dan kinerja sektor jasa keuangan nasional, khususnya laju kenaikan Fed Fund Rate dan tren kenaikan suku bunga di pasar keuangan global.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut