Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Serukan Boikot Produk AS, Erdogan Rupanya Suka Pakai iPhone
Advertisement . Scroll to see content

Picu Krisis Keuangan, Ini Penyebab Anjloknya Lira Turki

Senin, 13 Agustus 2018 - 19:10:00 WIB
Picu Krisis Keuangan, Ini Penyebab Anjloknya Lira Turki
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP/Ozan Kose)
Advertisement . Scroll to see content

“Cengkeraman kuat Erdogan terhadap bank sentral dan pernyataan suku bunga tinggi tidak sesuai dengan strategi ekonomi Turki berarti bank sentral harus terus menahan suku bunganya,” kata Ekonom ABN Amro, Nora Neuteboom, dikutip dari AFP, Senin (13/6/2018).

Dia menilai, Erdogan ingin mendorong ekonomi terus tumbuh tinggi supaya daya beli masyarakat bisa naik. Namun, mantan Wali Kota Istanbul itu menghiraukan faktor eksternal yang tidak kondusif.

Pelaku pasar tampaknya kehilangan kepercayaan diri untuk berinvestasi di negara yang wilayahnya terbelah di antara Asia dan Eropa itu. Pasalnya, perubahan sistem politik dari parlementer menjadi presidensial membuat posisi Erdogan yang baru terpilih kembali menjadi Presiden pada Juni 2018 semakin kuat.

Erdogan langsung menunjuk menantunya, Berat Albayrak sebagai Menteri Keuangan. Selain itu, posisi perdana menteri yang dihapus akibat perubahan sistem politik membuat Erdogan lebih leluasa dalam menjalankan kebijakan. Pasalnya, Binali Yildirim yang sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri Turki dikenal selalu mendesak Erdogan untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan kebijakan ekonomi.

Penangkapan pastor asal AS, Andrew Brunson karena diduga terlibat dalam kudeta 2016 ikut memancing AS untuk bertindak. Presiden AS Donald Trump bereaksi dengan menerapkan tarif impor dua kali lipat untuk baja dan aluminium dari Turki. Akibatnya, nilai lira semakin jatuh.

Erdogan pun lantas menuding ada skenario politik terkait anjloknya lira terhadap dolar AS dengan merujuk pada Amerika. Presiden dari Partai Islam ini memilih untuk melawan AS dengan mengancam membawa Turki keluar dari NATO. Selain itu, dia juga tetap mengecam kenaikan suku bunga karena dinilai menjadi alat eksploitasi yang melanggengkan ketimpangan antara orang kaya dan orang miskin.

Anjloknya lira berpotensi membuat negara tersebut mengalami krisis mata uang yang akan merembet pada krisis keuangan. Yang pertama kali terkena adalah perbankan Turki. Modal perbankan diprediksi akan tergerus jika lira terus melemah karena sepertiga pinjaman perbankan berdenominasi valuta asing. 

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut