Mentan Harap Bulog Serap Hasil Panen Jagung Petani
Dengan menyerap hasil panen jagung petani ini, maka Bulog telah menyiapkan buffer stock (persediaan ekstra) yang sewaktu-waktu dapat digunakan terutama ketika terjadi kekurangan pasokan di pasaran.
"Selain itu kami juga telah meminta kepada perusahaan jagung dan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) untuk ikut serta dalam menyerap hasil panen petani. Sehingga petani langsung dapat merasakan hasil panennya dengan harga yang memuaskan," kata Mentan Amran.
Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menambahkan, pihaknya akan memberikan bantuan kepada petani jagung apapun yang dibutuhkan. "Kita sediakan benih, pupuk dan alat mesin pertanian (Alsintan) sesuai kebutuhan. Tujuannya agar petani makin semangat dan meningkatan produksinya," ujar Sarwo Edhy.
Adapun bantuan alsintan yang diberikan untuk tahun 2019 sebanyak 66 unit, yang terdiri dari cirn sheller 10 unit, power thresher delapan unit, power thresher multiguna delapan unit, dryer UV satu unit, UPH jagung satu paket, traktor roda dua dua unit dan rice transplater dua unit. "Semuanya bantuan termasuk Alsintan senilai Rp 200 miliar. Selain itu Kementan juga menyediakan benih jagung hibrida untuk luas lahan 7500 hektare," kata Sarwo Edhy.
Editor: Ranto Rajagukguk