Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Ungkap Cacahan Rp100.000 di TPS Liar Bekasi Uang Cetakan Lama BI
Advertisement . Scroll to see content

Keputusan Bank Indonesia Mengerem Suku Bunga Dinilai Tepat

Jumat, 26 Oktober 2018 - 16:09:00 WIB
Keputusan Bank Indonesia Mengerem Suku Bunga Dinilai Tepat
ilustrasi. (Foto: Okezone.com)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) dinilai sudah cukup agresif menaikkan suku bunga dalam merespons gejolak ekonomi global sehingga keputusannya menahan suku bunga bulan ini sudah tepat.

Ekonom senior Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero menilai, kebijakan moneter BI dalam merespon gejolak eksternal sebelumnya membuat jarak suku bunga Indonesia dengan negara-negara emerging marekty menjadi jauh.

"Kalau dibandingkan dengan negara-negara lain peers-nya Indonesia, Bank Indonesia itu sudah cukup agresif dan sudah punya spread yang lebar banget," ujar Poltak di Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Sejak April 2018, BI sudah mengerek suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate (BI7DRR) hingga 150 basis poin dari 4,25 persen menjadi 5,75 persen. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Selasa (23/10/2018) lalu, bank sentral akhirnya mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75 persen.

"Ketimbang setiap waktu harus menaikkan, lebih baik pause dulu lah, lihat keadaan," kata Poltak.

Selain itu, lanjut Poltak, Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve diyakini tidak akan terus menaikkan suku bunganya karena akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi di AS.

"Ekonomi AS saat ini sudah memasuki bulan ke 111 ekspansi ekonomi terpanjang dalam sejarah. Jadi mulai ada orang betting nih, kayaknya ekonomi AS enggak akan sekuat yang diperkirakan," ujarnya.

Sebelumnya, RDG BI pada 22-23 Oktober 2018 lalu memutuskan mempertahankan BI7DRR sebesar 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,5 persen.

BI menyatakan, keputusan tersebut konsisten dengan upaya untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas aman dan mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik sehingga dapat semakin memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut