Joe Biden Prediksi The Fed bakal Terus Pangkas Suku Bunga
WASHINGTON DC, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memprediksi bank sentral AS, Federal Reserve akan terus memangkas suku bunga. Selain itu, dia juga berjanji akan terus berupaya untuk menurunkan biaya bagi warganya.
Biden menggunakan acara Economic Club of Washington yang dihadiri 500 tamu untuk mempromosikan kebijakan pemerintahannya guna menurunkan inflasi setelah pandemi Covid-19 dan invasi Rusia ke Ukraina, isu-isu yang telah memicu kecemasan pemilih.
"Suku bunga akan turun dan diperkirakan akan turun lebih jauh. Itu adalah posisi yang baik bagi kita," ujar Biden dikutip dari Reuters, Minggu (22/9/2024).
Biden menambahkan, inflasi kini mulai mendekati target The Fed di angka 2 persen. Menurutnya, pemotongan suku bunga setengah persen pada hari Rabu sebagai kabar baik bagi konsumen.
BI Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 6,0 Persen, Investasi Ini yang Menarik
"Saya di sini bukan untuk merayakan kemenangan. Kita masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan," tuturnya.
Harga Minyak Mentah Melesat 1 Persen usai Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Banyak ekonom telah memperkirakan resesi diperlukan untuk menurunkan inflasi yang tinggi.
"Tetapi sejauh ini terbukti salah karena kebijakan Biden yang bertujuan untuk memperluas manufaktur dalam negeri, berinvestasi dalam energi bersih dan infrastruktur lainnya, dan membatasi biaya obat untuk para manula membantu menciptakan 16 juta pekerjaan dan menaikkan upah," ucap Kepala Staf Presiden, Jeff Zients.
The Fed Pangkas Suku Bunga, Sri Mulyani: Langkah yang Kita Harapkan
Jajak pendapat menunjukkan warga Amerika masih sangat khawatir tentang ekonomi dan inflasi, dengan Wakil Presiden Kamala Harris, yang menjadi calon presiden dari Partai Demokrat ketika Biden mengundurkan diri dari pencalonan pada bulan Juli.
Sementara, mantan Presiden dari Partai Republik Donald Trump pada dasarnya menemui jalan buntu kurang dari tujuh minggu sebelum pemilihan AS pada tanggal 5 November.
Sebelumnya, Ketua The Fed Jerome Powell menyebut bahwa ekonomi tetap kuat tetapi para pembuat kebijakan ingin tetap unggul dan mencegah pelemahan di pasar kerja. Tingkat pengangguran, yang sekarang mencapai 4,2 persen, lebih dari setengah poin persentase lebih tinggi daripada saat Fed memulai kampanye kenaikan suku bunga yang agresif pada Maret 2022.
Editor: Aditya Pratama