IMF Prediksi Inflasi Mereda pada Tahun Ini
Dia mengatakan bahwa ketahanan ekonomi global dibantu oleh pasar tenaga kerja yang kuat dan meningkatnya angkatan kerja, konsumsi rumah tangga yang kuat dan berkurangnya masalah rantai pasokan.
"Lingkungan global menjadi lebih menantang. Ketegangan geopolitik meningkatkan risiko fragmentasi dan seperti yang kita pelajari selama beberapa tahun terakhir, kita beroperasi di dunia di mana kita harus menghadapi hal-hal yang tidak terduga," ucapnya.
Menurutnya, aktivitas global lemah berdasarkan standar historis dan prospek pertumbuhan telah melambat sejak krisis keuangan global pada 2008-2009. Kerugian produksi global sejak dimulainya pandemi Covid-19 pada 2020 adalah sebesar 3,3 triliun dolar AS. Kerugian ini secara tidak proporsional menimpa negara-negara yang paling rentan.
Georgieva menyebut, AS telah mengalami pemulihan terkuat di antara negara-negara maju, yang dibantu oleh meningkatnya pertumbuhan produktivitas. Aktivitas kawasan Eropa pulih secara bertahap, mengingat dampak yang masih ada dari tingginya harga energi dan lemahnya pertumbuhan produktivitas.
Di antara negara-negara emerging market, negara-negara seperti Indonesia dan India memiliki kondisi yang lebih baik, namun negara-negara berpendapatan rendah mengalami dampak buruk yang paling parah.