Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengusaha Keberatan Produksi Batu Bara Dipangkas Signifikan, Khawatir Berdampak PHK Massal
Advertisement . Scroll to see content

Harga Batubara Acuan Maret Naik 1,16 Persen

Kamis, 08 Maret 2018 - 19:37:00 WIB
Harga Batubara Acuan Maret Naik 1,16 Persen
Ilustrasi (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Harga Batubara Acuan (HBA) dan mayoritas Harga Mineral Acuan (HMA) menunjukkan kenaikan pada bulan Maret 2018.

Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) mencatat, HBA Maret 2018 naik 1,16 persen menjadi 101,86 dolar Amerika Serikat (AS) per ton dibanding Februari yang mencapai 100,69 dolar AS per ton. Kenaikan harga batubara salah satunya didorong peningkatan permintaan dari negara Asia.

"Permintaan China, India dan Vietnam terus meningkat. Itu jadi salah penyebabnya. Peningkatan aktivitas pembangkit listrik bertenaga batubara seperti di China menjadi salah satu penyebab meningkatnya konsumsi," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerjasama ESDM, Agung Pribadi, seperti mengutip laman Kementerian ESDM, Kamis (8/3/2018).

Ia mengungkapkan, naiknya HBA juga karena faktor curah hujan yang masih tinggi. "Produksi (batubara) juga tidak maksimal akibat cuaca yang belum kondusif, curah hujan yang masih tinggi di berbagai wilayah. Sedikit gangguan saja akan mempengaruhi produksi," tutur Agung.

HBA adalah harga yang diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platss 5900 pada sebelumnya. Kualitasnya disetarakan pada kalori 6322 kcal per kg GAR, Total Moisture 8 persen, Total Sulphur 0,8 persen dan Ash 15 persen.

Sementara itu, HMA komoditas nikel untuk Maret 2018 ditetapkan senilai 13.444,52 dolar AS per dry metric ton (dmt) atau naik 8,2 persen dari Februari 2018 (12.425,75 dolar AS per dmt). Harga kobalt ditetapkan senilai 80.797,62 dolar AS per dmt atau naik 6,2 persen (76.075 dolar AS per dmt), sedangkan timbal mencatatkan kenaikan 2 persen dari 2.552,03 dolar AS per dmt menjadi 2.602,88 dolar AS per dmt.

Kenaikan cukup tinggi juga terjadi pada komoditas seng, naik sebesar 4,3 persen dari 3.363,7 dolar AS per dmt menjadi 3.524,83 dolar AS per dmt dan mangan, kenaikannya sebesar 11,3 persen dari 5,3 dolar AS per dmt menjadi 5,9 dolar AS per dmt. Meski hanya naik 0,2 persen, HMA aluminium naik dari 2.194,93 dolar AS per dmt menjadi 2.199,57 dolar AS per dmt.

Namun, komoditas tembaga mengalami penurunan dibanding bulan Februari, terpangkas sebesar 1,3 persen dari 7.095,83 dolar AS per dmt menjadi 7.004,4 dolar AS per dmt.

Berikut harga acuan mineral komoditas lainnya pada bulan Maret 2018 dibandingkan dengan HMA bulan sebelumnya:

Emas sebagai mineral ikutan 1.309,96 dolar AS per ounce naik menjadi 1.337,54 dolar AS ounce

Perak sebagai mineral ikutan 16,92 dolar AS per ounce, tetap dibanding bulan Februari

Ingot timah Pb 300 sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

Ingot timah Pb 200 sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

Ingot timah Pb 100 sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

Ingot timah Pb 050 sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

Ingot timah 4NINE sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

Logam emas sesuai harga logam emas di London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan

Logam perak mengikuti harga logam perak di London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan

Bijih besi laterit/hematit/magnetit 0,93 dolar AS per dmt turun menjadi 0,92 dolar AS per dmt

Bijih krom 3,46 dolar AS per dmt naik menjadi 4,14 dolar AS per dmt

Konsentrat Ilmenit 3,82 dolar AS per dmt naik menjadi 3,96 dolar AS per dmt

Konsentrat Titanium 10,59 dolar AS per dmt naik menjadi 10,81 dolar AS per dmt

HMA adalah salah satu variabel dalam menentukan Harga Patokan Mineral (HPM) logam berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula Untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam. HMA ini menjadi salah satu variabel untuk menentukan HPM. Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai/kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.

Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut