Empat Fakta IFG Life, Jadi Holding BUMN Asuransi dan Pengganti Jiwasraya
Dalam upaya menyelamatkan perusahaan asuransi negara dan kewajibannya membayar polis nasabah, Kementerian BUMN mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI). PMN tersebut pun untuk membentuk perusahaan asuransi baru, yang kini dikenal dengan IFG.
2. Dapat Suntikan Dana dari Pemerintah
IFG akan memperoleh bail-in dana sebesar Rp22 triliun untuk membentuk IFG Life, yang akan turun dalam dua tahun, yakni Rp10 triliun pada 2021 dan Rp12 triliun pada 2022.
Dana tersebut akan dijadikan modal dasar untuk menggerakkan IFG Life dan menampung liabilitas dari polis nasabah Jiwasraya hasil restrukturisasi.
3. Memiliki 9 Anggota Holding
Usai ditetapkan sebagai holding BUMN perasuransian dan penjaminan, konsolidasi aset IFG mencapai Rp 72,5 triliun per Maret 2020. Selain itu, IFG memiliki sembilan anggota holding di antaranya PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Jasa Raharja, dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, serta PT Graha Niaga Tata Utama dan PT Bahana Kapital Investa.
4. Fokus Pada 3 Lini Bisnis Utama
Manajemen perusahaan ini berfokus pada tiga lini bisnis utama, yaitu layanan proteksi, baik untuk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, serta program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) untuk menyiapkan dana pada saat peserta pensiun.