Ekonomi RI Hanya Tumbuh 4,87 Persen di Kuartal I 2025
Amerika Serikat tumbuh melambat baik dibandingkan pada kuartal IV 2024 atau jika dibandingkan dengan kuartal I 2024. Malaysia, Singapura, dan Vietnam tumbuh melambat dibandingkan kuartal IV 2024 tetapi tumbuh relatif menguat dibandingkan kuartal I 2024. Kemudian, Korea Selatan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,1 persen.
Terkait kinerja perdagangan global, BPS mencatat bahwa perkembangan harga komoditas utama perdagangan Indonesia pada kuartal I 2025 bervariasi. Harga minyak kelapa sawit mengalami penurunan sebesar 6,67 persen secara q-to-q (dibandingkan kuartal sebelumnya), namun mengalami kenaikan secara tahunan sebesar 21,24 persen.
Harga komoditas non-migas seperti batu bara dan nikel mengalami penurunan baik secara q-to-q maupun secara year-on-year.
Sementara itu, harga komoditas migas yaitu gas alam dan minyak mentah mengalami peningkatan pada kuartal I 2025 dibandingkan kuartal IV 2024 atau secara q-to-q. Secara umum, perdagangan global pada kuartal I 2025 tetap tumbuh, didorong kuat oleh perdagangan jasa dan barang.
Dari sisi domestik, kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2025 dipengaruhi oleh beberapa peristiwa. Aktivitas produksi domestik tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia yang berada di zona ekspansi sebesar 51,67. Kapasitas produksi terpakai tercatat sebesar 73,25 persen.