Dolar AS Menguat, Harga Kedelai Impor Naik
Stok kedelai di gudang saat ini hanya tersisa 45 ton. Ia menduga naiknya kurs dolar berdampak pada penundaan pembelian kedelai impor karena dikhawatirkan harga jualnya tidak bisa dijangkau masyarakat.
Permintaan kedelai impor saat ini, katanya, juga menurun karena dalam sehari berkisar 10-an ton, sedangkan sebelumnya bisa mencapai 20-an ton. "Pengusaha tahu dan tempe lebih memilih mengurangi produksinya karena khawatir tidak terserap pasar menyusul mahalnya harga tahu atau tempe yang diproduksi," ujarnya.
Jika sebelumnya tersedia kedelai lokal, kata dia, untuk saat ini belum ada pasokan karena sejumlah daerah penghasil belum ada panen kedelai. Daerah yang menjadi pemasok kedelai lokal, yakni Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati, Kabupaten Jember, dan Lamongan.
Adapun jumlah pengusaha tahu dan tempe di Kabupaten Kudus diperkirakan mencapai 300-an pengusaha yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Editor: Ranto Rajagukguk