Curah Hujan Tinggi, Darmin Sebut Bakal Pengaruhi Kualitas Gabah
JAKARTA, iNews.id - Indonesia telah memasuki panen raya padi dan ini menjadi kegembiraan bagi para petani. Namun, panen raya tersebut dibarengi dengan musim hujan sehingga ada kekhawatiran dengan kualitas gabah yang dihasilkan.
"Ya memang itu dia, jadi kalau panen waktu musim hujan itu tentu saja akan pengaruhi panen petani," ucap Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (8/2/2018).
Untuk itu, menjadi tugas pemerintah mengantisipasinya sehingga gabah yang dihasilkan benar-benar berkualitas baik. Hasil gabah biasanya harus melalui proses pengeringan sampai nantinya dijual atau diserap oleh Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).
Lebih lanjut Darmin mengatakan, sekalipun hujan, gabah hasil para petani bisa mudah dikeringkan dengan menggunakan mesin khusus. Persoalannya, mesin pengering gabah tersebut harganya mencapai Rp50-100 juta per unit.
"Sehingga ya memang tadi kita sebenarnya menugaskan Bulog supaya lebih intens untuk melakukan penyerapan. Kita ya harus mengantisipasinya, karena itu saja jawabannya, instrumen lain ya kalau sudah ada dryer ya lebih mudah," ujarnya.
Meskipun ada sejumlah daerah yang memiliki mesin pengering tersebut, namun Darmin memastikan, tidak semua punya. "Meski ada dryer, tapi belum menyeluruh," katanya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, sedang berusaha menjaga kestabilan harga gabah kering panen (GKP) agar tidak turun drastis dari harga pembelian pemerintah (HPP).
"Kita sedang membenahi rantai pasok agar menjaga jangan sampai harganya jatuh terlalu jauh," ucapnya.
Pemerintah telah membeli harga gabah kering panen yang ada di Kabupaten Pati, Jawa Tengah sebesar Rp3.900-4.000 per kilogram (kg). Ada sekitar 1.400 ton gabah kering yang dibeli pemerintah dengan harga di atas Harga Pembelian Pemerintah HPP yang ditetapkan sebesar Rp3.700 per kilogram.
Editor: Ranto Rajagukguk