Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Lengkap Taeil Ngaku Memperkosa Turis China, Terancam 7 Tahun Penjara!
Advertisement . Scroll to see content

China Kecam Negara-Negara yang Tutup Akses bagi Warga Negaranya

Jumat, 07 Februari 2020 - 11:28:00 WIB
China Kecam Negara-Negara yang Tutup Akses bagi Warga Negaranya
Turis asal China terjebak di bandara. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Pemerintah China mengecam negara-negara yang menutup akses bagi warga negaranya. Ini membuat banyak orang China terjebak di negara-negara tersebut.

Penutupan akses itu mulai dari penyetopan rute-rute penerbangan dari dan ke negaranya hingga penolakan visa atas WN China. Padahal otoritas China hanya menutup rute penerbangan ke Wuhan akibat virus korona

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengkritik pembatasan yang berlebihan dari sejumlah negara sehingga membuat banyak orang China luntang-lantung di luar negeri. 

"Saya harus tekankan bahwa keputusan keliru yang diambil negara-negara untuk menunda penerbangan ke dan dari China tidak bijak dan tidak rasional," kata dia dilaporkan The Strait Times, Jumat (7/2/2020).

Dia menilai, keputusan yang berlebihan itu telah menyalahi rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Penerbangan Sipil Dunia (ICAO).

"Ini memiliki dampak langsung pada pertukaran personil dan kerja sama bilateral. China sangat prihatin dan kecewa," katanya.

Hua mengaku sudah mengirim nota protes secara resmi kepada negara-negara tersebut. Selain itu, Kemenlu dan perwakilannya di luar China terus berupaya membantu warga mengubah rute penerbangan ke negara-negara yang menerimanya.

Kemarahan Beijing muncul di tengah situasi yang makin sulit dikontrol. Sejauh ini, wabah virus korona telah menewaskan 638 orang dan menginfeksi 4.824 orang. Sementara 1.563 orang berhasil disembuhkan.

Direktur Transportasi Organisasi Penerbangan Sipil Yu Biao mengatakan, lembaganya menyewa 12 pesawat charter untuk memulangkan lebih dari 1.500 penduduk Hubei.

Sebelumnya, pemerintah China juga mengevakuasi warganya dari Bangkok, Krabi, Ho Chi Minh, dan Kota Kinabalu.

Yu mengaku terus berkoordinasi dengan mitranya yang ada di lebih dari 70 negara dengan menyosialisasikan langkah-langkah pencegahan yang telah dilakukan China untuk penerbangan internasional.

"Kami berharap ini bisa mengurangi kekhawatiran yang tidak perlu di negara-negara tersebut," ucapnya.

Saat ini, ada 30 maskapai yang mengurangi penerbangan ke berbagai kota di China. Di antaranya American Airlines, Air Franc, British Airways, Finnair, dan Qatar Airways.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut