Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekspor RI Naik 6,15 Persen Sepanjang 2025, Industri Pengolahan Jadi Penopang
Advertisement . Scroll to see content

Ada Perjanjian Perdagangan, Wamendag Sebut Pesanan Barang Ekspor Naik

Senin, 07 Desember 2020 - 11:05:00 WIB
Ada Perjanjian Perdagangan, Wamendag Sebut Pesanan Barang Ekspor Naik
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga. (Foto: Ant)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tanda-tanda pemulihan ekonomi semakin terlihat. Kinerja ekspor diprediksi makin meningkat seiring kenaikan pesanan barang dari luar negeri.

Baru-baru ini, Presiden Jokowi melepas ekspor serentak di berbagai kota seperti Jakarta, Medan, Boyolali, Bandung, hingga Makassar. Produk yang diekspor cukup beragam mulai dari makanan olahan hingga barang kerajinan seniali 1,64 miliar dolar AS, setara Rp23,75 triliun.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan, Presiden Jokowi berpesan agar jangan cepat puas untuk meningkatkan kinerja ekspor. Masih banyak tantangan yang harus dihadapi meski tanda-tanda pemulihan terlihat.

Jerry mengapresiasi pelaku usaha, termasuk UMKM yang terus optimistis di tengah pandemi. Meski tantangan berat, banyak pelaku usaha yang ekspornya meningkat.

"Banyak pengusaha justru mendapatkan peningkatan pesanan, Bahkan sampai mereka harus mengantre kontainer peti kemas dan juga pelayaran. Jadi, semoga ini menjadi sinyal positif perekonomian Indonesia bisa segera bangkit dan ekspor menjadi pendorongnya," katanya, Senin (7/12/2020).

Kemendag, kata Jerry, terus mendorong kebijakan ekspor mulai dari perjanjian dagang hingga pembenahan sistem logistik dan transportasi. Hal ini selaras dengan arahan Presiden bahwa ekspor harus berkontribusi pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

"Itulah yang kami terjemahkan dalam berbagai program di Kemendag. Bukan hanya dalam program internal, tetapi juga dalam sinergi dengan K/L maupun stakeholder lain," katanya.

Secara khusus, Jerry menyebut perjanjian perdagangan yang banyak dituntaskan berdampak positif bagi ekspor. Pada 2020, banyak perjanjian besar yang berlaku seperti IA-CEPA, RCEP, hingga perpanjangan fasilitas GSP oleh AS.

Dia menyebut, perjanjian Indonesia-Cile CEPA misalnya, mendorong peningkatan Surat Keterangan Asal (SKA) ekspor hingga 160 persen menjadi 53,3 juta dolar AS per Juli 2020. Dia yakin ekspor Indonesia akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang bukan hanya di pasar tradisional, melainkan negara-negara baru.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut